Menu

Mode Gelap
Budaya tak Habis Diproduksi, Nilainya Terus Berlipat Pembeda Ekosistem Inkraf Korsel dengan Indonesia Kunci Keberhasilan Industri Kreatif “ala” Korsel CBA Minta Kejagung Periksa Dugaan Mark Up Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat di Jawa Timur Korsel Ubah Kesepian Jadi Mesin Ekonomi 13 Negara Termasuk Indonesia Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

BUDAYA

Budaya tak Habis Diproduksi, Nilainya Terus Berlipat

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Berbeda dari komoditas mentah seperti sawit atau batu bara yang terbatas secara geografis dan logistik, produk budaya dapat direproduksi tanpa batas dan terus meningkatkan nilai tambahnya. Inilah keunggulan fundamental ekonomi berbasis budaya yang membuat Korea Selatan mampu bersaing di panggung global.

Sia Nawir (INDEF) menekankan bahwa budaya tidak mengenal batasan geografis dan tidak menguras stok bahan baku. Satu lagu, film, atau karakter fiksi bisa dinikmati jutaan orang sekaligus dan berkali-kali tanpa mengurangi nilainya. Lebih jauh, budaya juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang menggerakkan sektor lain, dari produk kecantikan, kuliner, pariwisata, hingga industri otomotif yang menggunakan selebritas Kpop sebagai brand ambassador.

Film Parasite yang memenangkan Oscar misalnya, langsung mendorong lonjakan penjualan rami instan Korea di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebuah contoh nyata bagaimana satu produk budaya dapat menggerakkan permintaan produk-produk lain secara bersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Eros Djarot: Peradaban Bangsa Dirusak di Era Jokowi

24 Februari 2026 - 21:30 WIB

Menjaga Lingkungan Danau Toba di Samosir dari Limbah

22 Februari 2026 - 21:09 WIB

Menjaga Kelestarian Alam dan Budaya Singkawang

14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Populer BUDAYA