Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

NASIONAL

Pembeda Ekosistem Inkraf Korsel dengan Indonesia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Salah satu pembeda terbesar ekosistem industri kreatif (inkraf) Korea Selatan (Korsel) dengan Indonesia terletak pada cara lembaga keuangan memandang kekayaan intelektual. Di Korea, intellectual property (IP) dan basis penggemar (fandom base) sudah diakui sebagai aset yang bisa dijadikan jaminan pinjaman, sebuah hal yang masih sulit terwujud di Indonesia.

Sia Nawir mengisahkan perjalanan Big Hit Entertainment, agensi kecil yang hampir bangkrut di awal 2010-an sebelum mendapat kucuran dana dari venture capital. Keputusan itu terbukti monumental, Big Hit kemudian melahirkan BTS dan berkembang menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar di Asia.

“Kalau di Indonesia, bank masih akan tanya sertifikat tanah. Tapi di Korea, fandom base dan IP sudah dianggap bankable asset,” ujar Sia. Ia mendorong perbankan dan lembaga keuangan Indonesia untuk mulai mengadopsi pendekatan serupa agar industri kreatif lokal dapat berkembang dan bersaing di level global. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan

11 Juni 2026 - 16:54 WIB

YLKI Tagih Perbaikan Program MBG 100 Hari Pertama BGN Harus Nihil Keracunan

9 Juni 2026 - 14:52 WIB

Kata Anggota Dewan soal PHK Capai 23 Ribu Pekerja

9 Juni 2026 - 06:03 WIB

Populer NASIONAL