Menu

Mode Gelap
Budaya tak Habis Diproduksi, Nilainya Terus Berlipat Pembeda Ekosistem Inkraf Korsel dengan Indonesia Kunci Keberhasilan Industri Kreatif “ala” Korsel CBA Minta Kejagung Periksa Dugaan Mark Up Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat di Jawa Timur Korsel Ubah Kesepian Jadi Mesin Ekonomi 13 Negara Termasuk Indonesia Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

NASIONAL

Pembeda Ekosistem Inkraf Korsel dengan Indonesia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Salah satu pembeda terbesar ekosistem industri kreatif (inkraf) Korea Selatan (Korsel) dengan Indonesia terletak pada cara lembaga keuangan memandang kekayaan intelektual. Di Korea, intellectual property (IP) dan basis penggemar (fandom base) sudah diakui sebagai aset yang bisa dijadikan jaminan pinjaman, sebuah hal yang masih sulit terwujud di Indonesia.

Sia Nawir mengisahkan perjalanan Big Hit Entertainment, agensi kecil yang hampir bangkrut di awal 2010-an sebelum mendapat kucuran dana dari venture capital. Keputusan itu terbukti monumental, Big Hit kemudian melahirkan BTS dan berkembang menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar di Asia.

“Kalau di Indonesia, bank masih akan tanya sertifikat tanah. Tapi di Korea, fandom base dan IP sudah dianggap bankable asset,” ujar Sia. Ia mendorong perbankan dan lembaga keuangan Indonesia untuk mulai mengadopsi pendekatan serupa agar industri kreatif lokal dapat berkembang dan bersaing di level global. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

13 Negara Termasuk Indonesia Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

7 Mei 2026 - 15:33 WIB

Mahfud MD: Presiden Pimpin Diskusi Akademik Reformasi Polri

6 Mei 2026 - 20:14 WIB

Reaksi Indonesia atas Serangan Rudal dan Drone ke Kilang Minyak Emirat Arab

6 Mei 2026 - 16:45 WIB

Populer GLOBAL