INAnews.co.id, Jakarta– Kunci keberhasilan industri kreatif Korea Selatan (Korsel) bukan sekadar kreativitas seniman atau kekuatan pasar semata, melainkan peran cerdas pemerintah sebagai koordinator ekosistem, bukan sebagai pihak yang mendikte konten. Demikian disampaikan Sia Nawir, peneliti INDEF, yang tengah menetap di Korea Selatan.
Pemerintah Korea masuk melalui investasi infrastruktur, pelatihan talenta, dan penguatan hak kekayaan intelektual, sambil membuka akses ke pasar global lewat diplomasi budaya. Penunjukan BTS sebagai utusan khusus presiden untuk berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah salah satu contoh konkret diplomasi budaya yang mengangkat citra Korea sebagai negara modern di mata generasi muda global.
Sia memperingatkan bahwa jika pemerintah justru berperan sebagai content controller, terlalu mengatur atau membatasi kreativitas, maka nilai seni dan orisinalitas budaya itu sendiri akan hilang. “Kalau pemerintah terlalu birokratis atau mendikte, itu malah mengubah nilai seninya dan jadi tidak otentik,” tegasnya.






