Menu

Mode Gelap
Budaya tak Habis Diproduksi, Nilainya Terus Berlipat Pembeda Ekosistem Inkraf Korsel dengan Indonesia Kunci Keberhasilan Industri Kreatif “ala” Korsel CBA Minta Kejagung Periksa Dugaan Mark Up Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat di Jawa Timur Korsel Ubah Kesepian Jadi Mesin Ekonomi 13 Negara Termasuk Indonesia Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

EKONOMI

Korsel Ubah Kesepian Jadi Mesin Ekonomi

badge-check


					Foto: Sia Nawir/tangkapan layar Perbesar

Foto: Sia Nawir/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Korea Selatan (Korsel) berhasil mengubah fenomena kesepian yang melanda generasi mudanya menjadi kekuatan ekonomi baru. Peneliti Center for Macroeconomics and Finance INDEF, Sia Nawir, menyebut fenomena ini sebagai pergeseran struktural permintaan domestik, dari kebutuhan fisik menuju emotional demand, yang kemudian dikapitalisasi industri hiburan, streaming, dan budaya.

Sia menjelaskan bahwa selama dua dekade terakhir, anak-anak muda Korea cenderung memilih hidup sendiri dan tidak menikah, melahirkan honjok culture atau budaya hidup dan makan sendirian. Alih-alih melemahkan konsumsi, perubahan ini justru mendorong lonjakan permintaan terhadap konser, fan meeting, layanan streaming, hingga mukbang, siaran langsung makan yang muncul dari rasa kesepian dan kebutuhan akan koneksi sosial.

“Demand-nya bukan melemah, tapi berubah. Dari demand fisik menjadi demand yang ada connection-nya,” ujar Sia di kanal YouTube INDEF beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa populasi Korea yang menua dan angka kelahiran yang terus turun menciptakan tekanan struktural besar, namun pasar merespons dengan menyediakan produk-produk berbasis emosi dan komunitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

OJK: IHSG Sudah Bergerak sesuai Fundamental

6 Mei 2026 - 10:13 WIB

Ekonomi Akselerasi, Menkeu: Jangan Takut!

6 Mei 2026 - 09:11 WIB

Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 5,61 Persen

6 Mei 2026 - 07:55 WIB

Populer EKONOMI