Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

POLITIK

Mengkritik Penetapan Program MBG “Bantuan Pemerintah” Menutup Ruang Transparansi

badge-check


					Foto; dok. ist Perbesar

Foto; dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– ICW mengkritik keras penetapan program MBG sebagai “bantuan pemerintah” yang dinilai menutup ruang transparansi dan pengawasan publik.

Wana Alamsyah menjelaskan, skema bantuan pemerintah membuat informasi anggaran sulit diakses dan tidak bisa diperbandingkan antardaerah. Berbeda dengan skema pengadaan barang dan jasa yang bersifat terbuka, publik tidak dapat memantau kewajaran harga per porsi makanan, standar menu, maupun realisasi belanja di lapangan.

“Ketika ini dialihkan ke bantuan pemerintah, ruangnya menjadi gelap dan abu-abu,” ujar Wana saat diwawancarai Novel Baswedan, Jumat (15/5/2026).

Kondisi ini diperparah oleh sifat program yang sangat sentralistik, dikendalikan penuh oleh BGN di pusat tanpa pelibatan pemerintah daerah sehingga potensi kebocoran anggaran semakin besar dan sulit terdeteksi di tingkat lokal. Pada 2025, anggaran operasional BGN mencapai Rp71 triliun, sementara anggaran total MBG diperkirakan mencapai sekitar Rp300 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Mendukung Chatib Basri Jadi Menkeu, Menolak Purbaya Pimpin BI

10 Juni 2026 - 17:50 WIB

Populer POLITIK