INAnews.co.id, Jakarta– Momentum Iduladha seharusnya tidak hanya menjadi “panen raya” sesaat bagi peternak, melainkan bagian dari ekosistem peternakan yang memberikan penghasilan sepanjang tahun. Hal itu menjadi pesan utama M. Hadi Nainggolan, Ketua BPP HIPMI Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Jumat (15/5/2026).
“Saya ingin kurban ini menjadi bonus untuk para peternak. Di luar kurban, kita dorong bagaimana peternak selalu punya income bulanan,” ujarnya.
Hadi juga menyoroti ironi Indonesia yang hingga kini masih mengimpor 30–40 persen kebutuhan daging sapi dari Brasil, Australia, dan Selandia Baru, padahal potensi produksi dalam negeri sangat besar. Kebutuhan sapi untuk sektor hotel, restoran, dan rumah makan di Jabodetabek saja mencapai 5.000 ekor per hari.
Untuk memperkuat ekosistem peternakan, Hadi menyebut tiga kebutuhan mendesak: akses pembiayaan modal, subsidi biaya distribusi, dan efisiensi biaya pengelolaan ternak. Ia juga mendorong lembaga-lembaga Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mengikuti jejak Baznas yang telah menyuntikkan modal kepada peternak jauh sebelum musim kurban tiba, sebagai bentuk pembiayaan murah berbasis syariah.






