Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

PENDIDIKAN

The Power of Sharing: Mengikat Persaudaraan Lewat “Hadiyyah” Daging Qurban

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Kurban memiliki dimensi sosial unik yang disebut dengan hadiyyah atau hadiah. Berbeda dengan zakat yang mutlak hanya untuk delapan golongan tertentu, daging kurban memiliki fleksibilitas distribusi yang lebih luas.

Ia boleh diberikan kepada sahabat, kolega, hingga tetangga yang secara ekonomi mampu. Di sinilah letak The Power of Sharing dari kurban, yakni kemampuannya untuk mengikat tali persaudaraan dan mencairkan kekakuan hubungan antarmanusia melalui pemberian yang tulus.

Pemberian daging kurban kepada sesama muslim yang mampu dikategorikan sebagai hadiah, bukan sedekah. Tujuannya adalah tahabbub atau menanamkan rasa saling mencintai. Dalam kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis, daging kurban menjadi jembatan penghubung antara rumah yang satu dengan yang lain.

Sepotong daging kurban yang diantarkan ke pintu tetangga bisa menjadi pembuka dialog dan mempererat silaturahmi yang sempat merenggang. Kurban dengan demikian berfungsi sebagai perekat sosial yang menjaga harmoni komunitas.

Lebih dari itu, berbagi daging kurban juga mengajarkan kita untuk melepaskan rasa kepemilikan. Meskipun kita yang membeli hewan tersebut, kita dianjurkan untuk tidak menyimpan semuanya sendiri. Semangat berbagi ini meruntuhkan dinding-dinding kesombongan dan membangun rasa senasib sepenanggungan.

Persaudaraan yang kokoh adalah aset terbesar umat, dan kurban menyediakan sarana tahunan untuk memperbarui ikatan tersebut. Dengan berbagi, kita tidak sedang mengurangi jatah kita, melainkan sedang memperluas keberkahan dan kebahagiaan di lingkungan sekitar kita.

Tradisi saling memberi ini menghapus sekat-sekat perbedaan status sosial dalam masyarakat. Melalui setiap potongan daging yang dibagikan, kita sebenarnya sedang menanam benih-benih kasih sayang yang akan tumbuh menjadi kekuatan ukhuwah Islamiyah yang tangguh.

Inilah keindahan syariat kurban yang melampaui aspek ritual semata. Maka, manfaatkanlah momen mulia ini untuk merajut kembali kedekatan dengan sesama. Sebab, dalam kerelaan untuk memberi, terdapat kedamaian jiwa yang luar biasa dan ridha Ilahi yang selalu kita dambakan dalam setiap derap langkah ibadah.*

===========

*KH Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 2: Al-Mabḥaṣ ar-Rābi’

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas | Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan. WA: 0857 1873 5254, IG: @aql.qurbancare, www.qurbancare.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

2 Juni 2026 - 22:38 WIB

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

Pengukuhan Gelar dan Sertifikasi Internasional 2026 Resmi Digelar di Purbalingga

30 Mei 2026 - 10:27 WIB

After Kurban: Mempertahankan Semangat Pengorbanan di Luar Bulan Żulḥijjah

28 Mei 2026 - 05:55 WIB

Populer PENDIDIKAN