Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

EKONOMI

Asumsi Makro RAPBN 2027 Dinilai Terlalu Optimis

badge-check


					Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo terlalu optimis. Target pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen dinilai sulit dicapai bila kinerja triwulan kedua, ketiga, dan keempat tahun ini melemah dari capaian triwulan pertama sebesar 5,61 persen.

“Kalau cenderung turun, maka angka baseline tahun depan 5,8 menjadi terlalu optimis, apalagi kalau bicara 6,5 yang ditargetkan,” ujar Eko dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).

Eko mengingatkan bahwa capaian triwulan pertama itu sangat ditopang faktor musiman, yakni momentum Lebaran dan kencangnya belanja pemerintah. Tanpa faktor tersebut, konsumsi masyarakat akan kembali mencerminkan daya beli riil yang sesungguhnya, terutama di kelompok menengah ke bawah.

Meski begitu, ia tidak menolak pentingnya memasang target tinggi sebagai pendorong upaya pemerintah. “Namanya target, jangan yang gampang dicapai. Tapi usaha harus sebanding,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia

11 Juni 2026 - 20:16 WIB

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Populer POLITIK