Menu

Mode Gelap
Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI Asumsi Makro RAPBN 2027 Dinilai Terlalu Optimis GSBK Desak Kejagung Usut Dugaan Korupsi KPR PT BAS Rp1,3 Triliun di BTN

EKONOMI

Asumsi Makro RAPBN 2027 Dinilai Terlalu Optimis

badge-check


					Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo terlalu optimis. Target pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen dinilai sulit dicapai bila kinerja triwulan kedua, ketiga, dan keempat tahun ini melemah dari capaian triwulan pertama sebesar 5,61 persen.

“Kalau cenderung turun, maka angka baseline tahun depan 5,8 menjadi terlalu optimis, apalagi kalau bicara 6,5 yang ditargetkan,” ujar Eko dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).

Eko mengingatkan bahwa capaian triwulan pertama itu sangat ditopang faktor musiman, yakni momentum Lebaran dan kencangnya belanja pemerintah. Tanpa faktor tersebut, konsumsi masyarakat akan kembali mencerminkan daya beli riil yang sesungguhnya, terutama di kelompok menengah ke bawah.

Meski begitu, ia tidak menolak pentingnya memasang target tinggi sebagai pendorong upaya pemerintah. “Namanya target, jangan yang gampang dicapai. Tapi usaha harus sebanding,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo

1 Juni 2026 - 15:51 WIB

Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman

1 Juni 2026 - 13:49 WIB

BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah

1 Juni 2026 - 11:47 WIB

Populer EKONOMI