INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo terlalu optimis. Target pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen dinilai sulit dicapai bila kinerja triwulan kedua, ketiga, dan keempat tahun ini melemah dari capaian triwulan pertama sebesar 5,61 persen.
“Kalau cenderung turun, maka angka baseline tahun depan 5,8 menjadi terlalu optimis, apalagi kalau bicara 6,5 yang ditargetkan,” ujar Eko dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).
Eko mengingatkan bahwa capaian triwulan pertama itu sangat ditopang faktor musiman, yakni momentum Lebaran dan kencangnya belanja pemerintah. Tanpa faktor tersebut, konsumsi masyarakat akan kembali mencerminkan daya beli riil yang sesungguhnya, terutama di kelompok menengah ke bawah.
Meski begitu, ia tidak menolak pentingnya memasang target tinggi sebagai pendorong upaya pemerintah. “Namanya target, jangan yang gampang dicapai. Tapi usaha harus sebanding,” katanya.






