Menu

Mode Gelap
Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI Asumsi Makro RAPBN 2027 Dinilai Terlalu Optimis GSBK Desak Kejagung Usut Dugaan Korupsi KPR PT BAS Rp1,3 Triliun di BTN

KEUANGAN

Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Pengumuman kebijakan ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam pidato Presiden Prabowo langsung memukul pasar. IHSG terus melemah dan mendekati level 6.000, sementara nilai tukar rupiah masih bertengger di atas Rp17.000 per dolar AS.

Eko Listiyanto menyebut pasar terkejut oleh mekanisme baru yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas melalui DSI sebagai lembaga perantara. “Efek kejut selalu responnya bukan langsung positif, tapi negatif dulu,” ujarnya dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).

Ia mengakui semangat kebijakan itu, memberantas under invoicing dan transfer pricing, secara konsep cukup inovatif dan sejalan dengan prinsip kedaulatan sumber daya alam. Namun ia memperingatkan risiko meningkatnya biaya transaksi ekspor yang bisa mengalihkan pembeli luar negeri ke negara lain. “Kita pernah punya BPPC di era Orde Baru, tapi akhirnya dibubarkan karena biaya transaksinya mahal,” katanya.

Eko menyarankan pemerintah menempatkan figur profesional yang kredibel dan apolitis di jajaran pengurus DSI agar kepercayaan pasar perlahan pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo

1 Juni 2026 - 15:51 WIB

Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman

1 Juni 2026 - 13:49 WIB

BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah

1 Juni 2026 - 11:47 WIB

Populer EKONOMI