Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

KEUANGAN

Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Pengumuman kebijakan ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam pidato Presiden Prabowo langsung memukul pasar. IHSG terus melemah dan mendekati level 6.000, sementara nilai tukar rupiah masih bertengger di atas Rp17.000 per dolar AS.

Eko Listiyanto menyebut pasar terkejut oleh mekanisme baru yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas melalui DSI sebagai lembaga perantara. “Efek kejut selalu responnya bukan langsung positif, tapi negatif dulu,” ujarnya dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).

Ia mengakui semangat kebijakan itu, memberantas under invoicing dan transfer pricing, secara konsep cukup inovatif dan sejalan dengan prinsip kedaulatan sumber daya alam. Namun ia memperingatkan risiko meningkatnya biaya transaksi ekspor yang bisa mengalihkan pembeli luar negeri ke negara lain. “Kita pernah punya BPPC di era Orde Baru, tapi akhirnya dibubarkan karena biaya transaksinya mahal,” katanya.

Eko menyarankan pemerintah menempatkan figur profesional yang kredibel dan apolitis di jajaran pengurus DSI agar kepercayaan pasar perlahan pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri

11 Juni 2026 - 06:47 WIB

Populer KEUANGAN