Menu

Mode Gelap
Konsolidasi Nasional, Innova Reborn Lovers Indonesia Siap Gelar Jambore Nasional 551 Triliun Subsidi Energi, Separuhnya Salah Sasaran Delapan dari Sepuluh Tabung Gas Kita Ternyata Impor Walau Di Sangsi Penalti di SS1, Maston dan Subhana Mahaputra Justru Cetak Fastest Time dan Raih Podium 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 Semarang Kejurnas SprintRally Semarang 2026, Walau Alami Tekanan Berat Subhana Mahaputra Tetap Raih Podium 2 Lebih Seru Dan Asik Nonton Bareng Pertandingan Piala Dunia Sepakbola 2026 Di Canting Restaurant Hotel Vasaka Jakarta

ENERGI

Bea Impor Nol Persen EV Resmi Berakhir, Pabrikan Wajib Produksi di Indonesia

badge-check


					Foto: Andry Satrio Nugroho/tangkapan layar Perbesar

Foto: Andry Satrio Nugroho/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kebijakan bea impor nol persen untuk kendaraan listrik kini telah resmi dihentikan. Kepala Center of Industry, Trade and Investment (CITI) INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyatakan bahwa pabrikan yang ingin tetap menikmati insentif fiskal kini wajib membangun fasilitas produksi di Indonesia.

“Mobil-mobil yang sudah masuk, mereka harus memproduksi di Indonesia. Kalau memproduksi di Indonesia, masih mendapatkan privilege, PPNBM-nya masih ditanggung oleh negara,” ujar Andry dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Selasa (2/6/2026).

Kebijakan bea impor nol persen sebelumnya diberikan dengan syarat pabrikan berkomitmen berinvestasi paling lambat tahun 2026. Andry menegaskan, komitmen itu kini ditagih. Pabrikan dari China, Korea, maupun Jepang yang ingin mempertahankan insentif harus segera merealisasikan pembangunan pabrik di tanah air.

Investasi di sektor kendaraan listrik selama tiga tahun terakhir tercatat telah mencapai 2,7 miliar dolar AS. Salah satu pabrik baterai bahkan telah melakukan groundbreaking dan ditargetkan mulai berproduksi pada akhir 2026, berlokasi di wilayah Jawa Barat, melibatkan joint venture antara produsen baterai asal China dengan BUMN, termasuk Antam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

551 Triliun Subsidi Energi, Separuhnya Salah Sasaran

12 Juni 2026 - 23:44 WIB

IPB Pelopor Biodiesel, DEN Ajak Lanjutkan ke Bioetanol

12 Juni 2026 - 19:34 WIB

IPB Siap Jadi Kampus Percontohan Energi Terbarukan

12 Juni 2026 - 18:28 WIB

Populer ENERGI