Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

ENERGI

Bea Impor Nol Persen EV Resmi Berakhir, Pabrikan Wajib Produksi di Indonesia

badge-check


					Foto: Andry Satrio Nugroho/tangkapan layar Perbesar

Foto: Andry Satrio Nugroho/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kebijakan bea impor nol persen untuk kendaraan listrik kini telah resmi dihentikan. Kepala Center of Industry, Trade and Investment (CITI) INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyatakan bahwa pabrikan yang ingin tetap menikmati insentif fiskal kini wajib membangun fasilitas produksi di Indonesia.

“Mobil-mobil yang sudah masuk, mereka harus memproduksi di Indonesia. Kalau memproduksi di Indonesia, masih mendapatkan privilege, PPNBM-nya masih ditanggung oleh negara,” ujar Andry dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Selasa (2/6/2026).

Kebijakan bea impor nol persen sebelumnya diberikan dengan syarat pabrikan berkomitmen berinvestasi paling lambat tahun 2026. Andry menegaskan, komitmen itu kini ditagih. Pabrikan dari China, Korea, maupun Jepang yang ingin mempertahankan insentif harus segera merealisasikan pembangunan pabrik di tanah air.

Investasi di sektor kendaraan listrik selama tiga tahun terakhir tercatat telah mencapai 2,7 miliar dolar AS. Salah satu pabrik baterai bahkan telah melakukan groundbreaking dan ditargetkan mulai berproduksi pada akhir 2026, berlokasi di wilayah Jawa Barat, melibatkan joint venture antara produsen baterai asal China dengan BUMN, termasuk Antam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden

11 Juni 2026 - 18:58 WIB

Mobil Listrik Tetap Lebih Hijau Meski Listrik Masih Andalkan Batu Bara

3 Juni 2026 - 23:40 WIB

PLN Kalah dari Dirinya Sendiri

28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Populer ENERGI