Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

KEUANGAN

Krisis Kepercayaan Biang Kerok Rupiah (Pernah) Tembus 18.000

badge-check


					Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank Perbesar

Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank

INAnews.co.id, Jakarta- Di balik pelemahan rupiah yang kini mendekati—pernah Rp18.000 per dolar AS, Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli menunjuk satu akar masalah utama: krisis kepercayaan, bukan sekadar kelemahan fundamental ekonomi.

“Sudah pasti karena ketidakpercayaan,” kata Dipo, dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up beberapa waktu lalu. “Kepercayaan terhadap regulasi, kepercayaan bahwa pemerintah bisa menyelesaikan masalah.”

Ia mengkritik pendekatan pemerintah yang disebutnya hanya mengejar quick win. Intervensi Bank Indonesia di pasar spot dan NDF memang sempat menekan rupiah ke kisaran Rp17.700, namun efeknya tidak bertahan. “Mereka sudah jumawa duluan, padahal masalah strukturalnya belum disentuh,” ujarnya.

Ketidakpercayaan itu juga tecermin dari pasar modal. Ketika harga saham anjlok, pemerintah mendorong BUMN melakukan buyback, langkah yang menurut Dipo justru memperburuk likuiditas dan memperdalam kecurigaan pasar soal nilai aset yang sesungguhnya.

Ia membandingkan dengan reformasi era Habibie pascakrisis 1998. Saat itu, kepercayaan pulih bukan karena intervensi pasar, melainkan karena perbaikan sistem: undang-undang independensi Bank Indonesia dibenahi, tata kelola dikoreksi. “Seharusnya ada patung Pak Habibie di depan gedung Bank Indonesia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

21 Juli 2026 - 09:43 WIB

Kontribusi Koperasi Syariah ke UMKM Masih Kalah Jauh dari Bank Syariah

20 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ferry Latuhihin Dukung Kortas Tipidkor Usut Penyimpangan Energi

9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Populer EKONOMI