Menu

Mode Gelap
LBH Gugat RUPTL Pertahankan Batu Bara Ayo Nikmati Keseruan Quarter Finals hingga Final Piala Dunia 2026 di Vasaka Hotel Jakarta Blackout Buka Bobrok Tata Kelola Listrik YLBHI Desak Presiden Evaluasi Total Program Koperasi Merah Putih Perkuat Solidaritas, Ratusan Bikers Medan Gelar City Riding Kolaborasi Dengan SunsetRide Medan Dan Route 360 Serta Didukung Von Dutch Buktikan Eksistensinya Apparel Von Dutch Resmi Perluas Jaringan Di Kota Medan

NASIONAL

Blackout Buka Bobrok Tata Kelola Listrik

badge-check


					Foto: Ahmad Ashov Birry/tangkapan layar Perbesar

Foto: Ahmad Ashov Birry/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Pemadaman listrik bergilir di Jawa-Bali dan blackout di Sumatera dinilai bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bukti rapuhnya tata kelola ketenagalistrikan nasional yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashov Birry, mengatakan sistem kelistrikan Indonesia dibangun dengan jaringan yang sangat tersentralisasi sehingga mudah lumpuh ketika terjadi gangguan pada pembangkit maupun jaringan transmisi.

“Model kelistrikan kita sangat rentan. Sekali pembangkit fosil besar terganggu, pemulihannya lama. Di saat yang sama, cuaca ekstrem akibat krisis iklim justru memperbesar risiko gangguan itu,” katanya dalam podcast YLBHI yang tayang Senin (6/7/2026).

Menurut Birry, blackout di Sumatera memperlihatkan bagaimana cuaca ekstrem merusak jaringan listrik yang justru ditopang energi fosil penyumbang emisi karbon terbesar.

Sementara di Jawa, ia menilai pemadaman bergilir diduga berkaitan dengan terganggunya pasokan batu bara ke PLTU.

Ia menegaskan kondisi tersebut memperlihatkan paradoks sektor energi Indonesia.

“Negara penghasil batu bara terbesar, tetapi masih mengalami krisis pasokan listrik.”

Birry menilai pemerintah perlu segera mengubah sistem kelistrikan menuju energi terbarukan yang terdesentralisasi agar lebih tahan menghadapi krisis iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Lima Nyawa Melayang Program KDMP Berdampak Besar dibanding MBG

7 Juli 2026 - 16:22 WIB

Investor Cina Tolak Panda Bond, Purbaya Pulang Tangan Kosong

6 Juli 2026 - 17:06 WIB

Neraca Dagang Jebol, Rekor Surplus 72 Bulan Berakhir

6 Juli 2026 - 11:51 WIB

Populer NASIONAL