Menu

Mode Gelap
Perbanas: Program Pemerintah Sudah Tepat, Perlu Konsistensi Kebijakan Krisis Kepercayaan Biang Kerok Rupiah (Pernah) Tembus 18.000 Ekonom CORE: Kelas Menengah Dikorbankan demi Ambisi Pemerintah Mahfud MD: Vonis Nadiem Janggal, Diduga “Digiring” sejak Awal Laporan KontraS: 30 Orang Tewas Akibat Kekerasan Aparat dalam 4 Bulan GAKESLAB Jakarta Sukses Menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025

EKONOMI

Ekonom CORE: Kelas Menengah Dikorbankan demi Ambisi Pemerintah

badge-check


					Foto: Dipo Satria Ramli/tangkapan layar Perbesar

Foto: Dipo Satria Ramli/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai kelas menengah Indonesia tengah menanggung beban berlapis akibat kebijakan ekonomi yang tidak berpihak. Dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, ia menyebut tiga tekanan sekaligus menghimpit kelompok ini: kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah, dan inflasi dari luar negeri.

“Kelas menengah ini benar-benar dikorbankan karena ambisi pemerintah yang terlalu tinggi,” ujar Dipo.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan hampir 1 persen dalam dua bulan terakhir, tertinggi dalam lima tahun, dengan tujuan menarik investor asing kembali. Namun langkah itu justru mengerek seluruh biaya pinjaman: cicilan KPR, bunga UMKM, hingga kartu kredit ikut naik. Di sisi lain, rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS membuat harga barang impor semakin mahal, sementara harga Pertamax naik 30 persen.

Dipo mengingatkan bahwa kelas menengah adalah penggerak nyata ekonomi domestik. Dari total konsumsi rumah tangga yang menyumbang sekitar separuh PDB, kelompok ini yang memutar roda belanja non-pokok: mulai dari bioskop, ojek online, hingga kafe. Jika daya beli mereka runtuh, pertumbuhan ekonomi akan kehilangan fondasinya.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah kelas menengah Indonesia sudah menyusut 11 juta orang, turun kelas sebelum ada perang, sebelum rupiah melemah sejauh ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perbanas: Program Pemerintah Sudah Tepat, Perlu Konsistensi Kebijakan

1 Juli 2026 - 16:24 WIB

Ekonom Usul Edisi Baru: Tambahkan Determinasi Hukum atas Ekonomi

29 Juni 2026 - 21:52 WIB

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Bersifat Sementara

26 Juni 2026 - 17:21 WIB

Populer EKONOMI