Menu

Mode Gelap
Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Koperasi Desa Jadi 8 Persen Presiden Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT IHSG Masih Bisa Tumbang Gejala Indonesia Ambruk CBA Curigai Intervensi di Balik Penghentian Kasus Korupsi MBG oleh Kejagung Redam Rivalitas Antarlembaga, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tunjukkan Kepemimpinan Negarawan

EKONOMI

IHSG Masih Bisa Tumbang

badge-check


					Foto: Ferry Latuhihin/tangkapan layar Perbesar

Foto: Ferry Latuhihin/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom senior Ferry Latuhihin memperingatkan investor untuk tidak buru-buru masuk ke pasar modal Indonesia. Dalam podcast yang diunggah lewat kanal YouTube pribadinya, Senin (13/7/2026), ia menilai outlook ekonomi Indonesia pada semester kedua tahun ini cenderung memburuk, dengan potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke level 5.000–5.300.

“Saya tidak berani masuk ke pasar modal sekarang ini,” kata Ferry, seraya menambahkan bahwa tidak ada satu pun kabar positif yang cukup kuat untuk mendorongnya mulai mengoleksi saham dalam waktu dekat.

Rupiah Tertekan, IHSG Jalan di Tempat

Ferry mencatat, saat podcast direkam, nilai tukar rupiah berada di level 18.144 per dolar AS, menandakan Bank Indonesia (BI) belum berhasil menahan dolar di bawah 18.000. Sementara itu, IHSG hanya bergerak naik tipis 6 poin dan belum mampu menembus level psikologis 6.000, meski sempat menguat 44 poin pada sesi pagi. Aksi jual bersih (net sell) investor asing disebut masih berlangsung.

Empat Indikator Buruk

Ferry memaparkan sejumlah data yang menurutnya menjadi sinyal pelemahan ekonomi domestik:

  • Purchasing Managers’ Index (PMI) anjlok dari 50 ke 46,9, menandakan sektor manufaktur memasuki zona kontraksi.
  • Neraca dagang mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS, mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut.
  • Inflasi merangkak naik dari di bawah 3 persen menjadi 3,03 persen pada Mei, lalu ke 3,34 persn secara tahunan pada Juni.
  • Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) turun secara konsisten sejak Januari, dari 127 menjadi 117,8 pada Juni, dengan penurunan tajam 3,1 poin dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Ferry, tren penurunan PMI yang tajam berisiko memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bila kontraksi di sektor manufaktur berlanjut.

Ancaman Penurunan Status Pasar

Ferry mengingatkan bahwa lembaga indeks global MSCI dan S&P Dow Jones berencana mengevaluasi status pasar Indonesia pada November mendatang, dengan kemungkinan penurunan status dari emerging market menjadi frontier market — sebuah sinyal negatif tambahan bagi sentimen investor asing terhadap bursa domestik.

Kurva Yield Terbalik dan Risiko Swap Dolar

Ia juga menyoroti fenomena inverted yield curve di pasar obligasi, di mana yield SBN 10 tahun berada di 7,2 persen, lebih rendah dibanding yield SRBI (surat berharga BI) tenor pendek yang mencapai 7,6 persen. Kondisi ini, kata Ferry, umumnya menjadi indikasi perlambatan ekonomi.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Ferry, adalah posisi transaksi swap dolar senilai sekitar 28 miliar dolar AS yang menurutnya banyak digunakan investor asing untuk melakukan hedging atas kepemilikan SRBI mereka. Ia menilai, apabila swap tersebut jatuh tempo secara bersamaan, permintaan pembelian kembali dolar dalam jumlah besar itu berpotensi menggerus cadangan devisa nasional yang saat ini berada di posisi 145,6 miliar dolar AS.

Tekanan dari Luar Negeri

Selain tekanan domestik, Ferry menyoroti faktor eksternal, mulai dari kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, dengan harga WTI di kisaran 74 dolar dan Brent sempat menyentuh 80 dolar per barel, hingga proyeksi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak tiga kali sepanjang 2026 seiring inflasi AS yang masih di atas 4 persen, jauh dari target 2 persen. Ia juga mencatat yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun telah menembus level 4 persen, sementara tenor 30 tahun melompat di atas 5 persen, level tertinggi dalam 20–25 tahun terakhir.

Ferry menambahkan, pelemahan rupiah bukan fenomena tunggal, mata uang lain seperti yen Jepang (berada di level terendah sepanjang sejarah, 161 per dolar) dan rupee India turut mengalami tekanan serupa terhadap dolar AS.

Sorotan pada Tata Kelola dan Peran Negara

Ferry menilai penetapan status tersangka terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Polri sebagai sinyal positif bagi penegakan hukum yang dapat memperbaiki kepercayaan investor asing. Namun ia tetap mengingatkan sejumlah persoalan struktural, termasuk besarnya jumlah kementerian dan wakil menteri, serta rencana menjadikan PT Danantara sebagai eksportir tunggal komoditas seperti batu bara, feroaloi, dan sawit mulai 2027, yang menurutnya mencerminkan dominasi peran negara yang berlebihan dan berisiko mengganggu neraca perdagangan jika ekspor komoditas terganggu.

Ia juga menyinggung revisi Undang-Undang P2SK yang dinilai berpotensi mengikis independensi BI, serta downgrade outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh Moody’s dan Fitch, dengan risiko diikuti S&P apabila defisit fiskal tidak terjaga di bawah 3 persen.

Bayang-bayang El Nino “Godzilla”

Faktor lain yang diwaspadai Ferry adalah potensi fenomena El Nino kuat, yang ia sebut “El Nino Godzilla” , pada Agustus mendatang, yang berisiko memicu krisis pangan global dan mendorong inflasi domestik ke level dua digit, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan seperti kedelai, gula, dan jagung.

Kesimpulan: Tunggu di Pinggir Lapangan

Dengan akumulasi tekanan dari sisi domestik maupun eksternal, Ferry menyimpulkan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi turun di bawah 5 persen, bahkan bisa mendekati 4 persen jika kondisi saat ini berlanjut.

“Lebih baik menurut saya stay on the sideline, tidak terburu-buru, tidak greedy,” ujarnya, sambil memperingatkan potensi IHSG melorot ke level 5.000 hingga 5.300 dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

B50 Diklaim Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja

10 Juli 2026 - 16:28 WIB

Wijayanto Samirin: Korupsi Batubara PLN Ancaman Serius Ketahanan Energi, Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Tuntas

10 Juli 2026 - 06:57 WIB

Ferry Latuhihin Dukung Kortas Tipidkor Usut Penyimpangan Energi

9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Populer EKONOMI