Menu

Mode Gelap
YLBHI-Ecosoc: KDMP Dinilai Alat Politik Kekuasaan Jelang 2029 CONPEX Resmi Memperkuat Kehadirannya di Indonesia Melalui Partner Dinner Militer Masuk Ekonomi Desa, Warga Disebut Takut Protes Peneliti: KDMP Langgar Prinsip Koperasi Sejati dan Putusan MK Dana Desa Dipotong Paksa, Warga Terancam Kemiskinan Baru YLBHI: KDMP Bukan Koperasi, tapi “Komando Operasi”

TNI/POLRI

Militer Masuk Ekonomi Desa, Warga Disebut Takut Protes

badge-check


					Foto: dok. Puspen TNI Perbesar

Foto: dok. Puspen TNI

INAnews.co.id, Jakarta– Muhamad Isnur dan Sri Palupi menyoroti keterlibatan aparat militer dalam pengelolaan KDMP hingga tingkat desa. Isnur menyebut warga enggan protes meski dana desa terpotong besar. “Orang-orang pada enggak berani protes, karena ternyata yang jaga kan tentara,” katanya dikutip tayangan kanal YouTube YLBHI, Jumat (17/7/2026).

Ia menuturkan sikap pasrah yang muncul di kalangan warga. “‘Udahlah, Mbak, sekarang mah udah terserahlah. Yang penting saya secara pribadi bisa makan,’” ujar Isnur, menirukan keluhan warga yang ditemuinya. “Dia sudah enggak berani ngomong.”

Sri Palupi menilai penggunaan aparat sebagai alat kerja ekonomi sipil menimbulkan efek ketakutan massal. “Ini kan subkultur yang dibuat bungkam, menggunakan tentara sebagai alat kerja sehingga menimbulkan chilling effect, ketakutan massal warga tidak berani protes,” katanya. “Tapi sebenarnya ini adalah api dalam sekam, warga itu tinggal nunggu waktu aja kapan marah.”

Isnur bahkan menyebut YLBHI pernah menulis istilah khusus untuk menggambarkan kondisi ini. “Teman-teman YLBHI sempat menulis koperasi barak-barak militer, karena di dalamnya akhirnya militer semua,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba Sepanjang 2026

3 Juli 2026 - 10:44 WIB

Polri Garda Terdepan Bangsa

2 Juli 2026 - 19:51 WIB

Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 80,6 Persen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Populer TNI/POLRI