INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur menyebut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tidak layak disebut koperasi. Menurutnya, keseragaman total dalam pembentukan lembaga ini menunjukkan corak komando, bukan gerakan ekonomi warga yang tumbuh dari bawah.
“Kalau kita lihat koperasi KDMP atau KKMP ini bukan koperasi, tetapi dia adalah komando operasi,” kata Isnur dikutip tayangan kanal YouTube YLBHI, Jumat (17/7/2026). “Karena dilakukan dengan komando, satu jurus, satu nama, satu gaya, satu gedung. Bahkan gedungnya pun sama semua, satu warna cat, bentuknya sama. Itu enggak bisa, itu namanya komando.”
Isnur menuding proses rekrutmen dan pelatihan pengurus KDMP melibatkan aparat teritorial dan dilangsungkan di markas militer. “Yang ngerekrut Kodim, tentara dilibatkan. Yang ngelatih juga markas-markas tentara. Bahkan pelatihannya angkat senjata, kamuflase di rawa-rawa,” ujarnya.
Selain itu, Isnur menilai KDMP sesungguhnya adalah bentuk kapitalisasi korporasi. “Ini adalah kapitalisasi korporasi, memperbesar peran atau struktur kerja Agrinas sampai level desa,” katanya, seraya menambahkan bahwa seluruh penggajian manajer dan pegawai koperasi ditentukan oleh PT Agrinas, bukan oleh anggota koperasi.






