Menu

Mode Gelap
YLBHI-Ecosoc: KDMP Dinilai Alat Politik Kekuasaan Jelang 2029 CONPEX Resmi Memperkuat Kehadirannya di Indonesia Melalui Partner Dinner Militer Masuk Ekonomi Desa, Warga Disebut Takut Protes Peneliti: KDMP Langgar Prinsip Koperasi Sejati dan Putusan MK Dana Desa Dipotong Paksa, Warga Terancam Kemiskinan Baru YLBHI: KDMP Bukan Koperasi, tapi “Komando Operasi”

POLITIK

Dana Desa Dipotong Paksa, Warga Terancam Kemiskinan Baru

badge-check


					Dana Desa Dipotong Paksa, Warga Terancam Kemiskinan Baru Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Muhamad Isnur mengungkap skema pembiayaan KDMP yang dinilai membebani desa. “Dana desa-dana desa yang sebelumnya dipakai untuk kepentingan pembangunan itu dicerabut. Ini 70 persen harus untuk KDMP. Jadi dia merampok dana desa,” ujarnya dikutip tayangan kanal YouTube YLBHI, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan pembiayaan lewat perbankan dikenakan bunga sekitar 6 persen dan dicicil dari dana desa yang cair. “Ketika koperasi ini tidak jalan atau mangkrak, yang menanggung akibatnya kan masyarakat desa, kehilangan hak atas dana desa,” kata Isnur.

Ia turut menyoroti target belanja warga di gerai KDMP untuk menutup cicilan. “Ada kewajiban warga desa wajib membelanjakan sejuta sebulan. Orang gajinya aja di bawah sejuta,” katanya. “Ini artinya modus pemerasan warga baru, non-pajak.”

Sri Palupi menambahkan bahwa modal koperasi semestinya berasal dari anggota, bukan dipaksakan dari luar. “Modal ini diambil secara paksa. Ini benar-benar diambil dari dana desa yang menjadi hak desa dan hak masyarakat desa, diambil tanpa rembukan,” ujarnya. “Dana desa ini dipalak lebih dari 50 persen, dipakai untuk mendanai koperasi ini.”

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

YLBHI-Ecosoc: KDMP Dinilai Alat Politik Kekuasaan Jelang 2029

17 Juli 2026 - 22:59 WIB

Kemendes Gandeng 10 Asosiasi Desa Kawal Program Koperasi Merah Putih

16 Juli 2026 - 08:45 WIB

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Koperasi Desa Jadi 8 Persen

14 Juli 2026 - 22:39 WIB

Populer POLITIK