Fenomena Mengejutkan: Warga Mengaku NU Tembus 57 Persen Muslim RI
- account_circle Robi
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengungkap data survei yang menunjukkan lonjakan signifikan jumlah masyarakat yang mengidentifikasi diri sebagai warga Nahdlatul Ulama dalam satu dekade terakhir.
Menurutnya, PBNU tidak memiliki sistem keanggotaan resmi berbasis kartu tanda anggota, sehingga basis warga NU dihitung dari pengakuan diri (self-identification) masyarakat dalam survei. “Yang kita punya sekarang ini adalah orang-orang yang mengaku NU,” ujarnya di podcast Helmy Yahya Bicara, diunggah Senin (24/8/2026).
Ia mengutip survei Arvara Research tahun 2024 yang mencatat 57,2 persen populasi Muslim Indonesia mengaku sebagai warga NU, meningkat dari 47 persen berdasarkan survei Indobarometer pada 2010, dan 56,9 persen menurut LSI Denny JA pada 2023.
“Ini fenomena yang sebetulnya sudah lama saya rasakan. Ini fenomena yang saya sendiri masih butuh studi lebih jauh,” kata Gus Yahya, seraya menyebut angka tersebut cukup mengejutkan di tengah tren generasi muda yang sebagian justru semakin agnostik atau ateis.
Ia bahkan menyebut data survei terbaru dari Palembang, Sumatera Selatan, tahun 2025 yang mencatat 62 persen penduduk kota tersebut mengaku sebagai warga NU.
Dengan estimasi populasi Muslim Indonesia sekitar 244 juta jiwa, angka tersebut berarti warga yang mengaku NU bisa mencapai lebih dari 120 juta orang atau lebih dari separuh total penduduk Indonesia—sebuah realitas yang menurut Gus Yahya menuntut desain organisasi yang sama sekali berbeda dari masa lalu.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar