News Feed
light_mode
Trending Tags

Mendorong Anggaran Wajib untuk Mitigasi Bencana di RI

  • account_circle Robi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mendorong pemerintah mempertimbangkan skema mandatory spending atau anggaran wajib untuk mitigasi dan pencegahan bencana, sebagaimana berlaku pada sektor pendidikan dan kesehatan. Usulan ini mengemuka dalam sesi tanya jawab diskusi publik “Siaga Bencana ala Kadarnya” yang digelar INDEF secara daring, Selasa (15/9/2026).

Usulan itu merespons pertanyaan peserta diskusi ihwal perlunya batas minimum alokasi anggaran mitigasi bencana dalam APBN maupun APBD, mengingat kerugian ekonomi akibat bencana terus berulang setiap tahun.

Peneliti Center of Macroeconomics and Finance INDEF, Riza Annisa Pujarama, menilai wacana tersebut layak dipertimbangkan mengingat anggaran BNPB 2026 yang hanya Rp491 miliar dinilai sangat tidak memadai. “Saya rasa mungkin memang perlu dipikirkan untuk menjadi mandatory spending untuk supaya dananya itu tidak lagi seperti kejadian di tahun ini, 491 miliar. Itu sangat kecil sekali,” kata Riza.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa komitmen politik jauh lebih penting daripada sekadar aturan formal. “Meskipun tidak masuk mandatory spending, seharusnya itu unconsciously harusnya sudah dianggarkan lebih besar, terutama di investasi mitigasi,” ujarnya.

Diskusi juga menyinggung fenomena penggalangan dana mandiri oleh masyarakat untuk membantu korban bencana, termasuk gerakan “warga bantu warga” yang sempat viral di media sosial. Peneliti Associate INDEF, Ari Rakatama, menilai inisiatif tersebut positif namun perlu diimbangi dengan tata kelola yang transparan.

“Dana masyarakat itu bagus, artinya masyarakat Indonesia memang salah satu yang paling generous. Tapi memang sekali lagi akuntabilitasnya itu juga perlu diperbaiki, harus ada semacam sistem audit penggunaan dananya,” kata Ari.

Ia mengingatkan, tingginya swadaya masyarakat semestinya tidak menggeser tanggung jawab utama negara. “Publik kan sudah bayar pajak. Pajak itu gunanya untuk penanggulangan bencana, termasuk pengurangan risiko bencana sebelum bencana itu datang,” tegasnya.

Senada, data scientist Continuum INDEF, Wahyu Tri Utomo, menyebut maraknya gerakan swadaya masyarakat semestinya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, bukan pengganti peran negara. “Idealnya kan harusnya hal-hal seperti itu enggak muncul. Hal-hal itu harusnya sudah dipersiapkan dan diantisipasi oleh pemerintah,” katanya.

Riza menambahkan, hingga saat ini belum ada data terkonsolidasi mengenai total dana donasi masyarakat untuk penanganan bencana, sehingga sulit menilai proporsi kontribusi publik dibandingkan dengan belanja pemerintah. “Ini bisa menjadi evaluasi ke depannya, supaya kita juga bisa melihat peranan pemerintah, untuk pemerintah pusat terutama seharusnya kan lebih besar,” ujarnya.

Diskusi publik ini dipandu moderator Pramudia Putra Bintang dan merangkum tiga rekomendasi utama INDEF: peningkatan anggaran pencegahan yang selama ini jauh lebih kecil dibanding belanja tanggap darurat, perbaikan tata kelola lahan dan hutan disertai penguatan pengawasan, serta pergeseran orientasi pembiayaan dari respons menuju pencegahan bencana.

 

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • di NTB, Sebanyak 67 Tenaga Medis Positif Covid-19

    di NTB, Sebanyak 67 Tenaga Medis Positif Covid-19

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram –Sebanyak 67 tenaga kesehatan (Nakes) positif Corona (Covid-19) di Nusa Tenggara Barat per hari ini, Rabu (27/5) siang. “Sampai hari ini 67 tenaga kesehatan kita yang positif Covid-19,” ungkap Kadis Kesehatan, dr Nuhandini Eka Dewi saat konferensi pers bersama Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, Dirut RSUP NTB serta Kadis Kominfotik NTB di Kantor […]

  • Kepala SKK MIGAS Tinjau Langsung FPSO Medco Energi di Batam

    Kepala SKK MIGAS Tinjau Langsung FPSO Medco Energi di Batam

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Batam – Kepala SKK Migas melihat secara langsung full konversi pembangunan kapal tanker menjadi FPSO (Floating Storage Production and Offloading).

  • Diduga Harapan Duduk Di Gedung Kerucut Sirna, Rafael Berganti Profesi Jadi Mafia BBM

    Diduga Harapan Duduk Di Gedung Kerucut Sirna, Rafael Berganti Profesi Jadi Mafia BBM

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

    INAnews.co.id Manado– Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang seharusnya untuk masyarakat kecil kini dimanfaatkan atau disalah gunakan oleh oknum mafia BBM berinisial RM alias Rafael yang ada di Kelurahan Kombos, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Senin 4 November 2024.

  • Pelita Air Raih Penghargaan dari Regulator dan Stakeholder Industri Aviasi

    Pelita Air Raih Penghargaan dari Regulator dan Stakeholder Industri Aviasi

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

      INAnews.co.id,  Jakarta – Pelita Air raih beberapa penghargaan dari regulator dan stakeholder industri aviasi atas kinerja operasional dan pelayanannya.

  • INKOPPAS Dorong Keterlibatan Pedagang dalam Pembangunan Pasar Rakyat

    INKOPPAS Dorong Keterlibatan Pedagang dalam Pembangunan Pasar Rakyat

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Jakarta – Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) mengadakan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Republik Indonesia membahas optimalisasi pasar rakyat.

  • Tawarkan Program Haji Khusus, BNI Syariah Gelar Webinar Customer Gathering

    Tawarkan Program Haji Khusus, BNI Syariah Gelar Webinar Customer Gathering

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-BNI Syariah menyelenggarakan Webinar Customer Gathering dengan tema “Rindu Baitullah, Rindu Kepada Yang Maha Mencintai”. Acara dengan format webinar ini diselenggarakan dengan mengundang segenap Mitra Hasanah Nasabah BNI Syariah baik Nasabah Prioritas, Nasabah Utama Hasanah Card serta Nasabah Institusi. Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Utama Tazkia Travel, Muhammad Syafi’i Antonio; Direktur Tazkia Travel, Pradana […]

expand_less