Menu

Mode Gelap
Waktu adalah Senjata Finansial Gaya Hidup Palsu Mengancam Kesehatan Finansial Budget Qurban: Nabung vs Sedekah Uangnya, Mana yang Lebih Afdal? Dugaan Pembatalan Sepihak Selter Sekda Baubau Dinilai Janggal, PMII Desak Penjelasan Resmi Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo

SOSDIKBUD

PUB Akan Selenggarakan Webinar Dampak Sosial Pendidikan Daring

badge-check


					PUB Akan Selenggarakan Webinar Dampak Sosial Pendidikan Daring Perbesar

INAnews.co.id, Banten – Perkumpulan Urang Banten (PUB), menyelenggarakan Webinar dengan tema, “Dampak Pembelajaran Daring Terhadap psikologis Anak di Masa Pandemi”.

Acara akan diselenggarakan secara live pada tanggal 15 Oktober 2020, dengan Keynote Speach Gubernur Banten, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si.

Dalam sambutannya diharapkan kegiatan ini dapat memberikan gambaran bagaimana pembelajaran daring dapat dilakukan secara lebih bermakna dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi.

“Sehingga dapat menekan kemungkinan dampak negatif yang muncul, sehingga media sharing pengalaman dan pengetahuan ini dapat ditemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi terkait pembelajaran daring agar tetap efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri,” ujar Gubernur Banten dalam rilisnya, Rabu 14 oktober 2020.

Dalam rilisnya , Rabu 14 oktober 2020, Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag selaku Wakil Ketua Umum PUB, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan, “isu ini diangkat karena persoalan psikologis, isu yang berkembang dan viral di media sosial di antaranya kemampuan penggunaan media digital pembelajaran dilihat dari aspek kompetensi SDM dan kemampuan penyediaan kuota internet baik dari orang tua siswa maupun pihak sekolah”.

Tambhanya , mereka yang berada di kota dan mampu mungkin tidak menjadi persoalan tetapi untuk mereka yang berada dalam kondisi menengah bawah terasa sangat berat sehingga beban psikologis orang tua dan guru pun bertambah.

“Untuk mengatasi kondisi ini semua dibutuhkan kerjasama semua pihak baik masyarakat, sekolah dan pemerintah,” lanjut Amalia.

Harapan untuk orang tua dalam hal pendampingan, penyelenggara pendidikan dan guru untuk memastikan capaian pembelajaran optimal dan yang utama.

  • “Saran adanya kebijakan dari pemerintah terkait alokasi anggaran untuk kuota internet, pelatihan guru untuk media pembelajaran berbasis IT, penyiapan platform pembelajaran seperti e-learning yang dapat diakses oleh guru dan siswa secara murah dan mudah,” lanjut Amalia.

Dengan para narasumber , Prof. Dr. Hajah Aan Hasanah, M.Ed (Guru Besar FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Susanto, MA (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Dr. Hj. Euis Hendrawati, M.Si (Dewan Pendidikan Provinsi Banten dan Praktisi Pendidikan) serta Dr. Hj. E. Nurlaeli Wangi, S.Psi, M.Psi, Psikolog (Kaprodi Magister Profesi Psikologi UNISBA).

Webinar ini diikuti oleh orang tua, guru dan pendidik, pemegang kebijakan khususnya di bidang pendidikan, pemerhati pendidikan serta Asosiasi dan komunitas perempuan dan pendidikan.

Dengan moderator ternama Marissa Grace Haque-Fawzi, SH, MHum, MBA, MH, Msi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Budget Qurban: Nabung vs Sedekah Uangnya, Mana yang Lebih Afdal?

2 Mei 2026 - 16:08 WIB

Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

1 Mei 2026 - 18:45 WIB

The Hidden Defects: Cacat Hewan yang Bikin Qurban Kamu Jadi “Daging Biasa”

1 Mei 2026 - 17:34 WIB

Populer PENDIDIKAN