Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PENDIDIKAN

Kemenag Perkuat Literasi Alquran dengan Gerakan Ayo Mengaji di Sekolah

badge-check


					Foto: dok. Humas Kemenag Perbesar

Foto: dok. Humas Kemenag

INAnews.co.id, Jakarta– Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) akan menggalakkan Gerakan Ayo Mengaji di sekolah. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas problem keterbatasan literasi tuntas buta aksara Alquran.

Gerakan ini rencananya akan dituanhkan dalam Surat Keputusan Bersama Lintas Kementerian yakni antara Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Inisiatif ini dibahas bersama dalam giat Literasi Alquran di Sekolah “Gerakan Ayo Mengaji” yang digelar Direktorat PAI di Bogor, 20-22 November 2024. Hadir, para Kepala Seksi PAI Kantor Kementerian Agama Kab/Kota, Guru PAI seluruh jenjang dan Pengawas PAI jenjang Dasar dan Menengah.

Kemenag mencatat, ada sekitar 40 juta siswa muslim di sekolah pada seluruh jenjang pendidikan. Direktur PAI, M. Munir, berharap gerakan Ayo Mengaji membentuk gelombang-gelombang kecil yang terus membesar dalam konteks Tuntas Baca Alquran.

“Kita semua sedang berjihad fisabilillah. Barangsiapa yang mengajarkan agama dan Alquran adalah berjihad. Siap atau tidak Bapak dan Ibu sekalian memberikan pengajaran kepada sekitar 40 juta peserta didik beragama Islam di seluruh jenjang pendidikan?” tanya Direktur Pendidikan Agama Islam, M Munir di Bogor dalam keterangannya, baru-baru ini.

“Tanggungjawab besar menuntaskan buta aksara Alquran ini akan menjadi sebuah ladang pahala bagi guru-guru PAI yang juga memiliki kewajiban mendidik anak bangsa dalam rangka meningkatkan literasi pendidikan agama,” sambungnya.

Program Tuntas Baca Alquran yang dicanangkan ini menjadi bagian dari Peta Jalan Pendidikan Agama Islam 2024-2029. Imisiatif ini didorong agar dapat menjadi program prioritas pemerintah.

“Kepala Badan Moderasi Beragama & Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam mendukung agar program tuntas baca Alquran ini menjadi Gerakan Ayo Mengaji di Sekolah,” papar Munir.

Giat literasi ini membahas tiga sub-tema, yakni: Standar Pembelajaran Membaca Alquran, Regulasi Pusat dan Daerah tentang Gerakan Mengaji, dan Best Practice atas Permasalahan dan Solusi Tuntas Baca Alquran.

“Giat ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dalam proses penyusunan pengambilan kebijakan ke depannya,” tukas Direktur alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Mohon dibahas secara akurat seluruh aspek program literasi tuntas buta aksara Alquran ini termasuk di dalamnya agar gerakan ayo mengaji ini masuk ke dalam intrakurikuler dengan pelaksanaan belajar di jam NOL, di luar jam pelajaran formal PAI di kelas,” sambungnya.

Munir juga menyoroti pentingnya pelatihan Guru PAI agar benar-benar mampu mengajarkan Alquran. Menurutnya, harus ada standar kompetensi guru PAI layak mengajarkan baca Alquran.

Direktorat PAI pernah menyusun program serupa beberapa tahun lalu. Konsep ini akan disempurnakan.

“Standar kemampuan literasinya harus jelas, jika memungkinkan menggunakan teknologi, maka proses pembelajaran baca Quran dan penilaiannya dapat menggunakan artificial intelligence atau teknologi pembelajaran lainnya,” tegasnya.

“Semoga program ini mendapat dukungan bapak ibu guru sekalian dalam menuntaskan buta aksara Alquran. Insya Allah menjadi amal jariyah bapak ibu dalam mencetak sejarah masa depan anak-anak Indonesia,” tutup Munir.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia
Populer SOSDIKBUD