INAnews.co.id, Jakarta– Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon presiden 2024, Anies Baswedan, dalam acara halal bihalal yang digelar di kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas menuai polemik. Wasekretaris Jenderal Partai Demokrat menegaskan bahwa Anies tidak termasuk dalam daftar undangan acara tersebut, meski tetap diperlakukan dengan baik dan ramah oleh tuan rumah.
Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Adi Prayitno melalui kanal YouTube-nya, Jumat (27/3/2026), merespons kehangatan yang tertangkap kamera saat Anies berjumpa dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam momen tersebut.
“Anies tidak termasuk tokoh yang masuk daftar undangan dalam halal bihalal Pak SBY di Cikeas,” ujar Wasekjen Demokrat, sebagaimana dikutip Adi Prayitno.
Jubir Partai Demokrat, Herzaky, turut angkat bicara. Ia menegaskan terlalu jauh jika kehadiran Anies dikaitkan dengan konsolidasi politik menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, Demokrat tetap tegak lurus mendukung Presiden Prabowo Subianto dan tidak ada rencana kerja sama politik dengan Anies ke depannya.
Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dan politisi senior Syarif Hasan kompak menyebut pertemuan itu sebagai silaturahmi Lebaran biasa, bukan sinyal politik apa pun.
Di sisi lain, Jubir Anies Baswedan, Sahrin Hamid, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, membela kehadiran bosnya. Ia menyebut silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terlebih di momen Idulfitri.
Publik pun terbelah. Sebagian mempertanyakan kelaziman seseorang hadir tanpa undangan dalam acara halal bihalal yang bersifat tertutup dan eksklusif, berbeda dengan open house yang terbuka untuk umum. Sebagian lain menganggap perdebatan soal “diundang atau tidak” tak perlu dibesar-besarkan, dan menilai positif gestur rekonsiliasi antara kedua tokoh tersebut.
Hubungan Anies dan Demokrat memang menyimpan catatan yang tidak mulus. Keduanya sempat dikabarkan akan berduet dalam Pilpres 2024. Namun pada detik-detik akhir, Anies memilih Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presidennya. Langkah itu membuat Demokrat menilai Anies tidak menghormati komitmen politik yang telah dibangun bersama.
Kini, hangat atau tidaknya pertemuan di Cikeas itu, publik masih menunggu klarifikasi langsung dari Anies Baswedan soal bagaimana ia bisa hadir dalam acara tersebut.






