Menu

Mode Gelap
500 Kasus 10 Tahun: UU ITE Dinilai Jadi Alat Kriminalisasi Lima Kali Ganti Presiden dalam Lima Tahun, Begini Politik Peru Pakar ITE: Roy Suryo dan Dokter Tifa Korban Salah Penerapan UU Bolivia Kuasai Litium Dunia, Rakyatnya Masih Hidup Miskin Peru Penghasil Emas Terbesar, tapi Rakyatnya tak Mampu Beli Perhiasan Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

POLITIK

Pemakzulan Prabowo Realistis tapi Syaratnya Belum Terpenuhi

badge-check


					Foto: Anton Permana/tangkapan layar Perbesar

Foto: Anton Permana/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pemakzulan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar mimpi kosong, namun belum memiliki kondisi yang memadai untuk terwujud. Akademisi dan analis pertahanan Anton Permana menegaskan bahwa dari delapan presiden Indonesia, empat di antaranya pernah dijatuhkan melalui mekanisme serupa, bukti bahwa fenomena ini bukan tanpa preseden.

Mengacu pada riset akademik tentang runtuhnya rezim Soeharto, Anton menyebut empat faktor yang harus hadir bersamaan: pecahnya internal kekuasaan, tekanan kepentingan asing, lahirnya oposisi solid, dan resesi ekonomi parah. “Keempat faktor itu belum terpenuhi secara simultan,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Yang mempersulit posisi pemerintah justru kekalahan dalam perang narasi. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih lebih banyak menghiasi pemberitaan dari sisi skandal dan kegagalannya ketimbang keberhasilannya.

Anton mengingatkan ancaman tersembunyi berupa “pendukung gelap” yang akan menikmati hasil perjuangan tanpa ikut berjuang. Ia menyarankan agar Prabowo diberi kesempatan hingga 2029, seraya menegaskan kritik tetap harus disuarakan keras, baik secara terbuka maupun langsung kepada presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

500 Kasus 10 Tahun: UU ITE Dinilai Jadi Alat Kriminalisasi

25 Juni 2026 - 20:10 WIB

Korupsi MBG Lebih Parah dari Manfaatnya, tapi Program Harus Lanjut

24 Juni 2026 - 17:18 WIB

Haris Azhar: MBG Disakralkan, Padahal Cuma Janji Kampanye

23 Juni 2026 - 05:58 WIB

Populer POLITIK