INAnews.co.id, Jakarta– Randy Goebel mengingatkan bahwa kedaulatan data adalah kunci agar negara berkembang tidak menjadi pasar pasif bagi produk kecerdasan buatan buatan negara maju. “Data kesehatan Indonesia tidak boleh disedot oleh perusahaan lain yang kemudian menjualnya kembali sebagai sistem kesehatan pintar,” tegasnya, saat ditanya Gita Wirjawan, tayang di kanal YouTube-nya, Rabu (6/5/2026).
Ia mencontohkan Kanada, di mana data kesehatan dijaga ketat di tingkat provinsi sehingga tidak bisa diperjualbelikan. Model ini, menurutnya, menciptakan “sistem pembelajaran kesehatan” yang berkelanjutan, data dipakai untuk meningkatkan layanan domestik, bukan dialihkan ke entitas asing.
Goebel juga menyoroti bahwa regulasi semacam GDPR di Eropa dan UU AI Eropa lahir dari prinsip yang sama: melindungi struktur masyarakat dari dampak negatif teknologi. Ia menyebut Singapura sebagai laboratorium regulasi yang lebih mudah dikelola karena skalanya kecil, dan mendorong delapan negara ASEAN lainnya untuk belajar dari pendekatan tersebut.






