Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

PENDIDIKAN

Non-Muslim Neighbors: Bolehkah Berbagi Daging Qurban ke Teman Non-Muslim?

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia, sering kali muncul pertanyaan: bolehkah daging kurban diberikan kepada tetangga atau teman yang non-muslim?

Pertanyaan ini sangat relevan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama tanpa melanggar batasan syariat. Berdasarkan penelusuran fiqih, Islam sebagai agama rahmat bagi semesta alam ternyata memberikan kelonggaran yang indah dalam aspek kemanusiaan ini, terutama untuk kurban yang bersifat sunnah.

Mayoritas ulama membolehkan pemberian daging kurban kepada non-muslim sebagai bentuk kebaikan sosial (iḥsān) dan upaya untuk menjalin hubungan bertetangga yang harmonis. Hal ini sejalan dengan prinsip umum dalam Islam untuk tidak melarang berbuat baik kepada siapa saja yang tidak memusuhi agama.

Memberikan daging kurban kepada tetangga non-muslim dapat menjadi sarana dakwah bil hal; menunjukkan wajah Islam yang ramah, dermawan, dan peduli terhadap sesama manusia tanpa memandang perbedaan iman. Kurban adalah momen berbagi kebahagiaan, dan kebahagiaan itu tidak perlu disekat oleh dinding perbedaan agama.

Namun, perlu dicatat bahwa untuk kurban yang bersifat nazar (wajib), distribusinya harus diprioritaskan sepenuhnya untuk kaum fakir miskin muslim. Adapun untuk kurban biasa, memberikan bagian kepada tetangga non-muslim sangat dianjurkan jika hal itu dapat melunakkan hati dan memperkuat toleransi di lingkungan sekitar.

Islam mengajarkan kita untuk memuliakan tetangga, siapa pun mereka. Dengan berbagi daging kurban, kita sedang mengirimkan pesan perdamaian bahwa Islam adalah agama yang peduli pada kemanusiaan secara universal.

Sikap inklusif ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Islam sangat menjunjung tinggi etika bertetangga. Menghadirkan kegembiraan di meja makan mereka adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kohesi sosial kita. Mari kita perluas manfaat ibadah ini melampaui batas-batas primordial. Sebab, kebaikan yang tulus tidak akan pernah kehilangan maknanya di hadapan kemanusiaan. Kesalehan ritual haruslah berbuah menjadi kesalehan sosial yang menyejukkan bagi segenap makhluk hidup.*

===========

*KH Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 2: Intifā’ al-Muḍaḥḥi bi Uḍḥiyyatihi

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas | Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan. WA: 0857 1873 5254, IG: @aql.qurbancare, www.qurbancare.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

2 Juni 2026 - 22:38 WIB

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

Pengukuhan Gelar dan Sertifikasi Internasional 2026 Resmi Digelar di Purbalingga

30 Mei 2026 - 10:27 WIB

After Kurban: Mempertahankan Semangat Pengorbanan di Luar Bulan Żulḥijjah

28 Mei 2026 - 05:55 WIB

Populer PENDIDIKAN