INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas serangkaian kebijakan yang disebutnya kontraproduktif dan merusak kepercayaan investor.
Ferry menyoroti kebijakan penekanan yield SBN ke bawah sebagai langkah yang justru keliru. Demikian disampaikannya ke Helmy Yahya saat diwawancarai, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, yield seharusnya dinaikkan agar investor asing tertarik masuk. Ia juga mengkritik pembentukan PTDSI, badan perantara antara eksportir dan pembeli, yang dinilainya antipasar dan berpotensi melahirkan moral hazard.
Di luar substansi kebijakan, Ferry juga mempersoalkan diksi dan gaya komunikasi Purbaya di ruang publik, antara lain pernyataan “majalah bego” dan “serok saham”, yang disebutnya tidak pantas dilontarkan pejabat publik dan makin mengikis kepercayaan investor asing.
Latar belakang akademis Purbaya yang nonlinier, berawal dari teknik elektro ITB sebelum mengambil master dan doktor ekonomi, juga dipertanyakan Ferry sebagai faktor lemahnya fondasi analisis kebijakan.






