Menu

Mode Gelap
Mobeng Bekasi Dibuka, Genjot Ekspansi Nasional Dolar AS Lebih Berharga Ketimbang Emas saat Ini Rupiah Diramal Tembus 20.000 Swap BI Ciptakan Utang Kontinjensi Raksasa BI Tahan Suku Bunga, Tawarkan Swap ke Investor Asing D’CHAMP Charity Golf Tournament 2026 Dimeriahkan 157 Pegolf

POLITIK

Habiburokhman Dinilai Lecehkan Kapolri-Kapolri Terdahulu

badge-check


					Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dok. kompas Perbesar

Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dok. kompas

INAnews.co.id, Jakarta- Pernyataan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman yang menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai kapolri terbaik sepanjang masa menuai kecaman dari mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

Oegroseno menegaskan bahwa penilaian tersebut secara tersirat menganggap 24 Kapolri sebelumnya tidak lebih baik dari Listyo, termasuk tokoh-tokoh legendaris institusi Polri seperti Jenderal Hoegeng Imam Santoso dan Prof. Dr. Awaluddin Djamin.

“Saya sebagai purnawirawan Polri merasa dilecehkan. Berarti Ketua Komisi III DPR menyatakan bahwa Kapolri selain Pak Listyo Sigit adalah Kapolri yang tidak baik. Terbaik dasar penilaian apa?” kata Oegroseno dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Sabtu (13/6/2026).

Ia menyebut sejumlah nama Kapolri terdahulu yang juga memiliki rekam jejak luar biasa, antara lain Anton Sujarwo, Banurusman, Dai Bachtiar, hingga mendiang Raden Said Soekanto selaku Kapolri pertama.

Oegroseno bahkan menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengadukan pernyataan Habiburokhman ke Majelis Kehormatan Dewan. “Jangan memaksakan supaya orang bisa menerima undang-undang ini dengan cara-cara memuji-muji manusia. Cukup memuji-muji Allah saja sudah cukup,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Ada “Kabinet Bayangan” karena DPR Dianggap Mandul ke Pemerintah, Kata Pengamat

24 Juli 2026 - 22:14 WIB

Membongkar Akar Korupsi Politik dan Penegak Hukum RI

24 Juli 2026 - 20:01 WIB

Pengamat: Ada Apa di Balik Mundurnya Kepala BGN?

23 Juli 2026 - 21:09 WIB

Populer POLITIK