INAnews.co.id, Jakarta – Ada doa seorang pejuang 1945 yang ikut menyeberang ke Malaysia lewat putrinya.
Wahyuning Darwati, bungsu dari 6 bersaudara, berangkat ke Universiti Utara Malaysia untuk memaparkan riset doktornya.
Ayahandanya, Soedharno SK, pernah berada di barisan Jenderal Sudirman dan Nasution. Kini beliau tenang di Taman Makam Pahlawan Tegal. Putrinya melanjutkan perjuangan dengan cara berbeda : lewat riset “Kepatuhan Internal dan ZI-WBK Berbasis Etika & AI” di Kanwil DJKN DKI Jakarta.
Rabu malam 25 Juni 2026 ia akan kembali. Sebelum itu, ia akan berdiri di ruang akademik UUM sebagai wakil UNJ. Bukan hal mudah untuk ibu 4 anak dan nenek 1 cucu yang suaminya juga ASN Setjen Kemenkeu.
30 tahun kerja, 4 kampus dilalui: STAN, STIE Muhammadiyah, STIE Ganesha, UNJ. Aktif di GPIB. Semua ia jalani tanpa menanggalkan peran sebagai anak, istri, ibu.
“Selamat menunaikan amanah ilmiah di UUM Malaysia, Mbak Ning. Semoga lancar dan pulang membawa ilmu yang mencerahkan. Kau melanjutkan semangat ayahanda: mengabdi untuk negeri, hanya medianya berbeda,” ucap Ir. Agung Karang, Ketum GPIB.
Dari Tegal 23 Juli 1976 ke Sintok 2026. Perjalanan seorang anak bangsa yang tak pernah berhenti belajar.






