Menu

Mode Gelap
Akar Masalah Rupiah Tertekan karena Institusi Lemah, Kata Guru Besar UI Polri Luncurkan Layanan Digital, Respons Panggilan 110 Detik Penghambat Utama Masuk Investasi Asing: Rendahnya Kapasitas SDA Polri Buka Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Independensi Bank Indonesia Terancam Gara-Gara UU P2SK Polri Bangun 775 Jembatan dan 1.415 Dapur Makan Bergizi

EKONOMI

Penghambat Utama Masuk Investasi Asing: Rendahnya Kapasitas SDA

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta- EKonom Ferry Latuhihin menyoroti rendahnya kapasitas sumber daya manusia Indonesia sebagai penghambat utama masuknya investasi asing langsung (FDI), khususnya di sektor berteknologi tinggi seperti kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Ia mengutip pengalaman langsung diundang ekonom Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menyebut minimnya tenaga kerja terampil membuat investor asing di sektor tersebut memilih relokasi ke Malaysia.

Sebagai perbandingan, Ferry mencatat proporsi mahasiswa yang memilih jurusan STEM di Malaysia mencapai 40–43 persem, Singapura 36 persen, sementara Indonesia hanya 22 persen, bahkan tertinggal dari Vietnam yang tengah menargetkan kenaikan ke 50 persen. Skor PISA Indonesia untuk anak usia 15 tahun juga berada di peringkat 69 dari 81 negara yang disurvei.

Ferry memaparkan empat model pengelolaan talenta yang bisa dijadikan acuan pembangunan bangsa: brain train (Jepang, mengandalkan pendidikan dalam negeri), brain gain (Australia, membuka pintu bagi talenta asing), brain circulation (Tiongkok, mengirim dan menarik pulang lebih dari 9 juta pelajar sejak 1978), dan brain linkage (India, diaspora besar yang tetap terhubung meski tak pulang).

Menurut Ferry, diaspora Indonesia dalam 50 tahun terakhir tak lebih dari 300 ribu orang, jauh di bawah Tiongkok (9 juta) dan India (7 juta) sehingga opsi realistis bagi Indonesia adalah kombinasi brain gain dan brain circulation. “Sumber daya manusia, kita kalah. Sekarang yang kita punya adalah alam. Bagaimana kita memanfaatkannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Akar Masalah Rupiah Tertekan karena Institusi Lemah, Kata Guru Besar UI

3 Juli 2026 - 23:59 WIB

MSCI Bisa Turunkan Status RI ke Frontier Market

3 Juli 2026 - 12:48 WIB

Investor Global “Sell Indonesia”, Dana Pensiun Eropa Kabur dari RI

3 Juli 2026 - 08:46 WIB

Populer EKONOMI