INAnews.co.id, Jakarta– Cadangan devisa Indonesia merosot dari 155 miliar dolar AS pada awal tahun menjadi di bawah 145 miliar dolar AS pada akhir Mei menuju Juni. Ferry Latuhihin menyebut dua faktor utama: intervensi masif Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing untuk menahan dolar di bawah Rp18.000, dan capital flight atau larinya modal asing yang menukar rupiah ke dolar untuk dibawa keluar negeri.
“BI tampaknya terus setiap hari memantau market dan melakukan intervensi yang sangat masif,” kata Ferry Latuhihin dalam video di kanal YouTube pribadinya, Kamis (2/7/2026).
Ia menyebut kebijakan ini bahkan sudah disorot lembaga pemeringkat Fitch Ratings, yang menilai upaya menekan dolar secara agresif berisiko terus menggerus cadangan devisa nasional.






