Menu

Mode Gelap
PII Ukur Indeks Keinsinyuran Jelang Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur se-ASEAN Mendorong Anak Muda Perkuat Pendidikan STEM Indonesia “Swing Nation” di Tengah AS-China RI Butuh Listrik 7 Kali Lipat untuk “AI Capable” RI tak Punya “Brain Train” Skala Besar IQ Rata-rata RI Masih Rendah

NASIONAL

Gaji Guru Harus Naik demi Indonesia Emas 2045

badge-check


					Foto: Gita Wirjawan/tangkapan layar Perbesar

Foto: Gita Wirjawan/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menyoroti rendahnya kesejahteraan guru sebagai salah satu penghambat utama Indonesia mencapai target menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (3/8/2026).

Menurut Gita, sebagian besar kepala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki pendidikan setara S1, sehingga peran guru menjadi krusial sebagai satu-satunya sosok yang bisa menanamkan nilai ambisi, imajinasi, dan keberuntungan pada anak-anak.

“Jadinya kalau menurut gua narasi bangsa ke depan tuh harus kental dengan kepentingan kita untuk mereformasi kompensasi guru,” kata Gita.

Ia bahkan mengaku pernah melakukan simulasi hitungan anggaran, di mana kenaikan gaji sekitar satu juta guru dari total 3,5 juta guru di Indonesia menjadi Rp3 juta per bulan hanya membutuhkan anggaran negara sekitar Rp360 triliun per tahun, jauh lebih kecil dibanding anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp335 triliun per tahun untuk pos berbeda.

Gita menilai, dengan gaji yang layak, lulusan-lulusan terbaik akan tergoda memilih profesi guru dan pulang ke kampung halaman ketimbang bekerja di kota besar dengan selisih gaji yang tidak terlalu signifikan.

“Lu pengin jadi guru, gua yakin lu bakal pulang ke Sumedang,” ujarnya mencontohkan, merujuk pada seseorang yang berasal dari daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa guru memiliki daya ungkit (scalability) lebih besar dibanding pendidikan dalam keluarga karena berhadapan dengan puluhan hingga ratusan murid sekaligus. Namun ia juga mengingatkan bahwa kualitas guru sama pentingnya dengan besaran gaji.

“Gua menemukan fakta kadang-kadang anak-anak murid lebih pintar daripada gurunya, Bro,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

PII Ukur Indeks Keinsinyuran Jelang Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur se-ASEAN

5 Agustus 2026 - 19:02 WIB

RI tak Punya “Brain Train” Skala Besar

5 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Mendorong Percepatan Layanan Operasi Jantung Anak: 6.000 Bayi Meninggal Tiap Tahun

4 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Populer NASIONAL