Menu

Mode Gelap
Perbanas: Program Pemerintah Sudah Tepat, Perlu Konsistensi Kebijakan Krisis Kepercayaan Biang Kerok Rupiah (Pernah) Tembus 18.000 Ekonom CORE: Kelas Menengah Dikorbankan demi Ambisi Pemerintah Mahfud MD: Vonis Nadiem Janggal, Diduga “Digiring” sejak Awal Laporan KontraS: 30 Orang Tewas Akibat Kekerasan Aparat dalam 4 Bulan GAKESLAB Jakarta Sukses Menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025

TNI/POLRI

Terus Teror di Tengah Wabah Covid-19, KKB Layak Disebut Teroris Kelas Dunia

badge-check

INAnews.co.id, Jakarta – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Timika, Papua. KKB melakukan penembakan secara membabi buta ke pekerja PT Freeport Indonesia, Senin (30/3/2020) pukul 14.15 WIT.

Tiga orang karyawan PT Freeport Indonesia menjadi korban dalam aksi brutal KKB tersebut. Salah satu di antaranya adalah WNA asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal, (57), meninggal dunia. Sementara dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (57) terluka.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membenarkan informasi terkait penembakan tersebut yang terjadi di Kuala Kencana, Papua.

“KKB melakukan penyerangan dengan menembaki karyawan saat berada di OB 1 Kuala Kencana. Aksi penembakan ini diduga dilakukan oleh KKB Joni Botak, Guspi Waker, Lino Mom, Antonius Aim, Abubakar Kogoya, Tepau J, Tandi Kogoya,” ujar Waterpauw dalam keterangan pers.

“Saat ini personel Ops Nemangkawi, Polres Mimika, dan anggota Gegana Den B Pelopor sedang melakukan pengejaran,” tambah Kapolda Papua.

Komnas HAM Untuk Papua, Frits Ramadey mengatakan, yang dilakukan KKB sudah selayaknya disebut sebagai teroris kelas dunia. Karena aksinya sama persis dengan teroris yang menjadi musuh dunia. Mereka beraksi tanpa mempedulikan dunia yang sedang mengalami musibah. Selayaknya pemerintah menyebut KKB ini sebagai teroris kelas dunia.

“Terorisme itu perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal,” tutup Frits Ramadey.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tidak Pernah Yakin Reformasi Polri Akan Terwujud

24 Juni 2026 - 19:22 WIB

TNI-Polri Urus Sawah, Ingat Dwifungsi ABRI

23 Juni 2026 - 07:55 WIB

Mengusulkan Reformasi Sistem Kepangkatan dan Pendidikan Polri

17 Juni 2026 - 11:28 WIB

Populer TNI/POLRI