Loker Bodong Marak Beredar Tipu Pencari Kerja

533

INAnews.co.id, Jakarta – Lagi trendy lowongan kerja di sosial media (sosmed) menarik perhatian bagi para pengangguran.

Terutama juga bagi para pekerja yang sebelumnya terPHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan. Salah satunya Rafi Kurahman.

Merupakan korban yang tinggal di daerah Jakarta Utara. Dirinya melamar di salah satu perusahaan swasta PT. Samasta Karya Indonesia. Beralamat di Jalan Suryopranoto no. 85, RT/RW 2/7, Petojo Selatan, Gambir, kota Jakarta Pusat.

Lokasinya di seberang jalan Bank Mandiri, tepat disamping bank Panin (50 m dari halte busway Petojo). Dirinya mendatangi langsung ke kantor. Dirinya mengisi formulir sebagai man power, recruitment, management training dan human resources provider. Dirinya mengisi formulir lainnya sebagai persyaratan bekerja disana.

Dirinya pun diminta isi formulir yang isinya dimintai pembayaran modus langsung kerja. Pembayaran awal diminta Rp 600 ribu untuk pendaftaran kartu member dan penjaminan posisi kerja.

Kemudian pembayaran kedua Rp 497 ribu untuk jasa fasilitator kerja dan pembekalan posisi area kerja. Bertujuan untuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang siap pakai. Lalu dirinya mengikuti prosedur yang diminta.

Dirinya mentransfer Rp 600 ribu pembayaran awal kepada no rekening atas nama Budi Prasetyo. Kemudian no rekening atas nama Muzahar sebesar Rp 500 ribu. Waktu kesepakatan kerja dalam surat perjanjian penempatan kerja pada 13 Juli 2020.

Namun hingga kini, belum juga diminta untuk mulai bekerja. Justru no hp pelamar diblokir oleh staff PT. Samasta Karya Indonesia tanpa alasan yang jelas. Padahal jelas sudah ada staff yang bertanggung jawab dalam surat bermaterai.

Tak lain atas nama M. Baghas selaku Supevisor di perusahaan terkait. Kemudian diberikan alamat training. Namun setelah didatangi alamatnya, seperti hanya diberikan janji manis belaka. Beralamat di Jalan Otista Raya

Seolah kini dirinya hanya menjadi korban todong dari lowongan kerja bodong. Berharap melalui Nawacitapost, pihak kepolisian bisa membantu untuk mengusut tuntas. Terutama modus lowongan kerja terjamin langsung kerja. Yang mana hasilnya nihil alias bodong. Malah bikin pelamar kerja menjadi korban todong. Tidak sedikit tentunya lowongan kerja berjaminan di sosmed.

Mungkin Rafi Kurahman hanyalah segelintir orang yang termakan tawaran lowongan kerja menggiurkan. Semoga tidak ada lagi korban – korban lainnya. Kalau hanya uang saja yang ludes di depan mata, mungkin masih bisa terima.

Tapi, kalau dalih meminta hal lain seperti kehormatan dan lain sebagainya, tentu saja perlu peningkatan kewaspadaan. Tidak mudah percaya akan modus – modus lowongan kerja yang ada. Demikian disampaikan Rafi Kurahman kepada Nawacitapost pada 20 Juli 2020 di kediamannya.

Komentar Anda

Your email address will not be published.