INAnews.co.id, Jakarta– Seorang ibu yang anaknya menjadi korban pembakaran dalam kerusuhan Mei 1998 tampil dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas di Jakarta, Selasa (7/4/2026), menyampaikan kesaksian langsung tentang kengerian yang ia saksikan sendiri.
Perempuan yang akrab disapa Bu Kus itu mengisahkan bagaimana ia mencari anaknya di tengah kerusuhan dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri korban-korban perkosaan dari berbagai wilayah, termasuk Grogol. “Perkosaan itu banyak, yang korban dibakar juga banyak. Saya melihat dengan mata saya sendiri. Itu nyata, bukan bohong,” katanya dengan suara bergetar.
Bu Kus mengaku kecewa berat dengan lambannya respons negara selama hampir tiga dekade. Ia menyinggung momen Pemilu Presiden 2014 ketika nama Prabowo Subianto kembali mencuat, dan bertanya-tanya mengapa para pejabat yang semestinya bertanggung jawab justru kini memegang kekuasaan.
Kepada majelis hakim PTUN, ia menitipkan satu harapan sederhana namun berat: agar kebenaran segera diungkap, nama-nama korban diakui, dan mereka yang bersalah dihukum setimpal. “Saya sebagai orang tua korban menuntut supaya ini cepat diungkap. Jangan lupakan nyawa mereka,” ujarnya.






