Menu

Mode Gelap
Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi Potensi Asian Tenggara Jadi Kekuatan Penanganan Perubahan Iklim Global

PERISTIWA

Ibu Korban 98 Bersaksi: Negara Harus Jawab Kekejaman Mei 1998

badge-check


					Foto: Bu Kus Perbesar

Foto: Bu Kus

INAnews.co.id, Jakarta– Seorang ibu yang anaknya menjadi korban pembakaran dalam kerusuhan Mei 1998 tampil dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas di Jakarta, Selasa (7/4/2026), menyampaikan kesaksian langsung tentang kengerian yang ia saksikan sendiri.

Perempuan yang akrab disapa Bu Kus itu mengisahkan bagaimana ia mencari anaknya di tengah kerusuhan dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri korban-korban perkosaan dari berbagai wilayah, termasuk Grogol. “Perkosaan itu banyak, yang korban dibakar juga banyak. Saya melihat dengan mata saya sendiri. Itu nyata, bukan bohong,” katanya dengan suara bergetar.

Bu Kus mengaku kecewa berat dengan lambannya respons negara selama hampir tiga dekade. Ia menyinggung momen Pemilu Presiden 2014 ketika nama Prabowo Subianto kembali mencuat, dan bertanya-tanya mengapa para pejabat yang semestinya bertanggung jawab justru kini memegang kekuasaan.

Kepada majelis hakim PTUN, ia menitipkan satu harapan sederhana namun berat: agar kebenaran segera diungkap, nama-nama korban diakui, dan mereka yang bersalah dihukum setimpal. “Saya sebagai orang tua korban menuntut supaya ini cepat diungkap. Jangan lupakan nyawa mereka,” ujarnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Saksi Mata Korban Mei 1998: Perkosaan Itu Nyata, Bukan Omong Kosong

8 April 2026 - 13:38 WIB

Dahsyatnya Serangan Air Keras, Pengalaman Novel Baswedan

18 Maret 2026 - 12:17 WIB

Penyerangan Andrie Yunus Bukan Serangan Spontan, Minimal 10 Orang Terlibat

17 Maret 2026 - 22:53 WIB

Populer PERISTIWA