PPKM Diperpanjang, Sekjend DEN KSBSI : Penerapan K3 Kunci Penting Keberlangsungan Usaha dan Perlindungan Pekerja

499

INAnews.co.id, Jakarta –Pada akhirnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli mendatang. Dalam keterangan resminya Presiden Joko Widodo menyatakan, akan membuka kegiatan ekonomi secara bertahap jika tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan.

Perpanjangan PPKM ini tentunya menuai reaksi pro dan kontra didalam masyarakat.Salah satunya adalah Dedi Hardianto yang menjabat sebagai Sekjen DEN KSBSI, mengaku akan mengikuti adanya kebijakan tersebut. Hal ini lantaran dia merupakan masyarakat biasa yang tidak punya kendali apapun.

Namun, dia akan mendukung kebijakan tersebut demi membantu menurunkan penyebaran virus Covid-19. Maka Dedi pun  berharap masyarakat pekerja /buruh lain turut mengerti dan memahami terhadap kebijakan tersebut.

Dalam wawancara khususnya dengan Media INAnews, dikantor pusat KSBSI di Cipinang Muara- Jakarta Timur pada Kamis (22/7/2021), Dedi justru menyoroti “bagaimana perusahaan dan karyawan mensiasati dan berpikir positif dengan saling bekerja sama bahu membahu serta bisa melihat bahwa ini persoalan bangsa yang harus di selesaikan bersama sama antara pemerintah, pengusaha dan pekerja”.

“Pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat kerja bisa dilakukan dengan Regulasi external & Internal, Memberikan pemahaman COVID-19 secara komprehensif pada buruh/ pekerja, Kemudian Tetap menerapkan protokol kesehatan 6M di area kantor atau pabrik (Mencuci Tangan Pakai Sabun, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Menghindari Makan Bersama dikantin kantor/pabrik ) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment) di tempat kerja, Penerapan prinsip K3 di kantor (work from office), serta mendukung Percepatan vaksinasi untuk membentuk herd immunity dilingkungan kantor/pabrik”. Tegas Dedi Hardianto.

Selanjutnya Dedi menambahkan bahwa penerapan dan pelaksanaan K3 ini dapat dilakukan di tempat kerja (work from office) dengan Membentuk organisasi pekerja untuk meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan, Dialog sosial antara pekerja, perusahaan dan pemerintah, Mendorong setiap tenaga kerja menerapkan budaya K3, Melakukan sosialisasi dan screening pada tenaga kerja, Mewajibkan tenaga kerja untuk melakukan vaksinasi COVID-19 baik itu vaksinasi program pemerintah maupun vaksinasi gotong royong.

“Dalam mencegah penyebaran COVID-19, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu Perusahaan perlu memiliki kebijakan dan tim khusus untuk pencegahan dan deteksi dini COVID-19, Perusahaan harus memiliki dan memberikan perhatian khusus bagi karyawan/pekerja/buruh yang terkonfirmasi terpapar  COVID-19 dengan memberi kelonggaran untuk melakukan isolasi mandiri dan memberikan bantuan obat-obatan dan vitamin serta tidak menghilangkan hak karyawan terhadap upah/gaji, dan tidak melakukan pemecatan atau PHK dan yang tak kalah pentingnya adalah  melakukan edukasi terhadap karyawan dan keluarga terhadap bahaya Covid19.Tutup Dedi Hardianto.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.