Direksi PT Kahayan Karyacon Dieksekusi Kejari Serang Atas Pemalsuan Akta dan Korupsi

474

INAnews.co.id, Serang – Kasus PT Kahayan Karyacon makin memanas setelah pemegang saham mayoritas dan direksi perusahaan saling lapor perkara hukum.

Empat Direksi PT Kahayan Karyakon (LH, CSF, EB, FL) sebelumnya dilaporkan pemegang saham mayoritas yakni Mimihetty Layani dan Christeven Margonoto, atas tuduhan pemalsuan akta perusahaan.dan dugaan penggelapan aset serta pencucian uang.

Mimihetty dan Christeven adalah pemodal sekaligus pemilik 97 persen saham PT Kahayan Karyacon.

PT Kahayan Karyacon merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bata ringan (hebel) yang berlokasi di Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012.

Dalam perkara ini, pihak Direksi perusahaan juga melaporkan pemegang saham mayoritas atas dugaan kasus penggunaan Akta Palsu ke Polres Serang dan penggelapan dalam jabatan ke Polda Banten.

Namun, laporan terhadap pemegang saham mayoritas tersebut telah dihentikan di tingkat penyelidikan karena dianggap tidak memenuhi unsur terjadi peristiwa pidana.

“Laporan terhadap pemegang saham mayoritas di Polres Serang kini telah dihentikan karena dianggap tidak memenuhi unsur pidana,” ujar Nico Tim Kuasa Hukum Mimihetty Layani dan Christiven Mergonoto, Jumat 18 juni 2022 dalam rilisnya yang diterima Redaksi.

Sebaliknya, laporan terhadap Direksi PT Kahayan Karyacon terkait pemalsuan akta perusahaan telah menetapkan salah satu direksinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Serang.

LH menjadi tersangka berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 1389 K/Pid/2021 tertanggal 15 Desember 2021 atas perkara pemalsuan Akta PT Kahayan Karyacon.

Tak hanya laporan pemalsuan akta perusahaan, Direksi PT Kahayan Karyacon juga dilaporkan ke Bareskrim oleh pemegang saham mayoritas atas dugaan pidana penggelapan.

Direksi PT Kahayan Karyacon LH, juga tersangka kasus korupsi pembangunan depo sampah di Kecamatan Purwakarta tahun anggaran 2019,dan di eksekusi oleh Kejaksaan Negeri Serang atas kasus pemalsuan akta perusahaan.

Dikutip Antara pada 20 juni 2022, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Serang Edward membenarkan jika pihaknya telah mengeksekusi Leo Handoko.

Saat ini, Leo telah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Serang, sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor 1389 K/Pid/2021 tertanggal 15 Desember 2021 atas perkara pemalsuan Akta PT Kahayan Karyacon.

“Leo Handoko ini merupakan tersangka korupsi di Kota Cilegon dan sudah di tahan di Lapas Cilegon. Namun kita eksekusi kembali ke Rutan Serang pada 15 Juni kemarin,” katanya saat ditemui di Kejari Serang, Senin 20 juni 2022, seperti diberitakan oleh Antara.

Edward menjelaskan Leo divonis 2 tahun dan 6 bulan penjara oleh Mahkamah Agung, dan terbukti bersalah sebagaimana pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemalsuan dokumen.

Di tambahkan Nico kuasa hukum Mimihety, jika PT Kahayan Karyacon ternyata mempunyai utang kepada beberapa supplier dan tunggakan Pajak.

Para Direksi LH, CSF, EB dan F selama menjalankan perusahaan tidak membayarkan utang dan tidak membayar pajak.

Padahal selama ini Direksi yang menjalankan perusahaan bukan pemegang saham.

Terlebih lagi, sekarang PT Kahayan Karyacon telah dinyatakan pailit dengan adanya kegagalan bayar atas para supplier.

“Kita juga heran kemana itu uang modal perusahaan puluhan milyar yang diberikan oleh Mimihetty” ungkap Nico

Tim Redaksi juga coba menghubungi  Kantor dan Pabrik PT Kahayan untuk meminta klarifikasi yang berkaitan namun kondisi pabrik saat ini kosong.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.