BREAKING NEWS
dark_mode
Trending Tags

Hotel dalam Bayang Efisiensi: Antara Tekanan dan Harapan

  • account_circle S Edy
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta  – Pada awal tahun 2025, sebuah keputusan penting diluncurkan dari Istana Negara. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang mengamanatkan efisiensi penggunaan anggaran negara, membawa implikasi luas. Tujuannya mulia: memperketat pengeluaran negara demi stabilitas fiskal. Namun di baliknya, gelombang dampak mulai terasa di salah satu sektor yang paling sensitif terhadap belanja pemerintah: industri perhotelan dan pariwisata.

Sebagian menyebutnya badai sunyi. Tanpa banyak sorotan kamera, hotel-hotel di kota besar dan kecil tiba-tiba menyaksikan pembatalan demi pembatalan. Ruang-ruang konferensi yang biasanya sibuk mendadak lengang. Pemesanan kamar dari kementerian dan lembaga daerah lenyap dalam sekejap. Di Bandung, menurut laporan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Jawa Barat, angka kerugian akibat pembatalan kegiatan pemerintah mencapai lebih dari Rp12 miliar hanya dalam hitungan minggu.

Bagi banyak hotel, terutama bintang tiga ke bawah yang bergantung pada pasar  MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) dari pemerintah, situasi ini menekan ke titik nadir. “Okupansi kami jatuh hingga di bawah 30 persen. Bahkan akhir pekan pun tidak mampu menutup biaya operasional,” ujar salah satu manajer hotel di Bogor yang enggan disebut namanya.

Efisiensi vs Multiplier Effect

Efisiensi anggaran tentu bukan sebuah kesalahan. Tetapi dalam konteks ekonomi lokal, belanja pemerintah khususnya dalam bentuk pelatihan, seminar, dan pertemuan selama ini justru menjadi penggerak vital. Di luar sektor formal, kegiatan MICE turut menghidupkan UMKM: katering lokal, penyedia dekorasi, pengemudi transportasi wisata, hingga pemilik warung di sekitar hotel.

Apa yang terjadi kini adalah paradoks. Di satu sisi negara ingin berhemat, di sisi lain pengurangan belanja tersebut mengempiskan denyut ekonomi riil yang baru saja mulai pulih pasca-pandemi. Efisiensi yang tidak disertai pendekatan smart spending justru bisa memperlambat pemulihan sektor-sektor kunci.

Adaptasi: Jalan Menuju Nafas Panjang

Namun seperti lazimnya sektor jasa di Indonesia, dunia perhotelan tidak tinggal diam. Di sejumlah daerah, hotel mulai mencari pasar baru. Beberapa beralih menjadi ruang kerja bersama, membuka paket wedding mini, atau menyasar komunitas hobi. Di Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama PHRI menggelar event “Bandung Food Rally ” dan fun bike sebagai pengganti agenda pemerintah yang tertunda.

Digitalisasi pun terus didorong. Mulai dari pemesanan otomatis, promosi daring, hingga kampanye staycation  bertema kesehatan, budaya, dan edukasi. Bahkan sejumlah hotel kini menyiapkan paket wisata edukatif bagi sekolah dan komunitas, sebagai diversifikasi pendapatan.

Namun semua upaya ini belum cukup tanpa dukungan kebijakan. “Kami berharap ada solusi transisi, bukan pemotongan mendadak. Misalnya dengan relaksasi aturan penggunaan anggaran daerah agar tetap bisa menggunakan fasilitas lokal,” kata Ketua PHRI Kota Yogyakarta.

Menanti Keberpihakan

Dalam banyak kesempatan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah terhadap kebangkitan pariwisata. Namun, sinyal keberpihakan itu perlu diperkuat dengan langkah konkret: insentif pajak, pembukaan akses pembiayaan lunak untuk hotel kecil, atau perluasan dana promosi daerah yang melibatkan pelaku hotel lokal.

Efisiensi fiskal dan pemulihan ekonomi semestinya tidak bertolak belakang. Bila dijalankan dengan keseimbangan dan partisipatif, efisiensi dapat diarahkan untuk memperkuat sektor strategis dan menumbuhkan ekonomi mikro.

Optimisme yang Harus Dijaga

Sejarah mencatat, industri pariwisata Indonesia memiliki ketahanan tinggi. Dari krisis moneter 1998, tragedi bom Bali, hingga pandemi COVID-19, sektor ini selalu berhasil bangkit dengan catatan, dukungan kebijakan dan inovasi terus berjalan berdampingan.

Kini, kita kembali di persimpangan. Apakah kebijakan efisiensi akan mendorong transformasi atau justru mematikan pelaku di lapisan bawah? Jawabannya tergantung pada seberapa cepat dan tepat semua pihak bergerak.

Untuk para pelaku hotel dan pariwisata, inilah saatnya untuk tidak hanya bertahan, tapi juga berinovasi dan berkolaborasi. Sebab pada akhirnya, industri ini bukan hanya soal bisnis kamar dan makanan tetapi denyut nadi ekonomi lokal yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia.

 

Penulis : E.S. Hartono

selaku praktisi perhotelan, saat ini sebagai General Manager Maxone Hotel Kramat. 

  • Penulis: S Edy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • KKP Dorong Biak Numfor Jadi Daerah Pengekspor Ikan

    KKP Dorong Biak Numfor Jadi Daerah Pengekspor Ikan

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Biak – Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak Numfor, Papua, kian menunjukkan hasil positif. Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Milka Rumaropen menilai pengiriman perdana 17 ton ikan pelagis kecil ke pasar domestik menjadi tonggak kebangkitan industri perikanan daerah yang terletak di kawasan Teluk Cenderawasih tersebut. Terlebih pengiriman tersebut dilakukan oleh unit usaha […]

  • Aliansi Buruh Indonesia Gelar Aksi Tolak Perang dan Dukung Kemerdekaan Palestina

    Aliansi Buruh Indonesia Gelar Aksi Tolak Perang dan Dukung Kemerdekaan Palestina

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indonesia Anti Perang dan Penjajahanmenggelar aksi massa pada peringatan 77 tahun Nakba, Kamis (15/5/2025). Aksi ini menuntut penghentian genosida di Gaza, penghapusan hak veto di Dewan Keamanan PBB, serta desakan kepada pemerintah Indonesia untuk lebih vokal mendukung kemerdekaan Palestina. Tuntutan Utama Aksi Hentikan perang dan ciptakan […]

  • Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

    Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Zainal Arifin Mochtar menegaskan bahwa negara Indonesia sudah terlalu kuat sehingga yang perlu diperkuat adalah masyarakat sipil. Ia memilih jalur film dan gerakan akar rumput ketimbang masuk kekuasaan. “Negara ini sudah terlalu kuat, Bang. Yang harus dikuatkan itu masyarakat sipil yang terseok-seok,” ujar Zainal menjelaskan mengapa ia konsisten bergerak di luar kekuasaan […]

  • Pidato Presiden Trump: AS Hanya Akan Mengakui Dua Jenis Kelamin

    Pidato Presiden Trump: AS Hanya Akan Mengakui Dua Jenis Kelamin

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan dalam pidato pelantikannya bahwa Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin yakni pria dan wanita. “Pada hari ini, ini akan menjadi kebijakan resmi Amerika Serikat, bahwa hanya ada dua jenis kelamin; pria dan wanita,” kata Trump dikutip Antara. Trump menyampaikan itu di Capitol Rotunda,Washington DC, […]

  • HTN 2025, Partai Buruh Desak Pelaksanaan Reforma Agraria Sejati

    HTN 2025, Partai Buruh Desak Pelaksanaan Reforma Agraria Sejati

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Hari Tani Nasional (HTN) ke-65 menjadi momentum penting bagi gerakan tani Indonesia. Untuk pertama kalinya di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia (SPI) mendesak pelaksanaan reforma agraria sejati dengan menyampaikan enam tuntutan pokok demi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani serta rakyat Indonesia. Enam tuntutan SPI adalah, pertama, menyelesaikan […]

  • AHY Hadir di Acara Wisuda Institut STIAMI untuk Beri Inspirasi

    AHY Hadir di Acara Wisuda Institut STIAMI untuk Beri Inspirasi

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Syubhan Akib
    • 0Komentar

    Jakarta, INAnews – Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menggelar acara Wisuda ke-47 di Gedung Balai Samudera, Jakarta. Mengusung tema “Inspirasi Membangun Negeri dengan Semangat Inovasi dan Kolaborasi,” acara wisuda kali ini bertujuan untuk mendorong para wisudawan agar terus berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Acara wisuda ini akan dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka […]

expand_less