News Feed
light_mode
Trending Tags

Operasi LASIK: Mengenal Prosedur, Persiapan, Manfaat, dan Risikonya

  • account_circle Robi
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak terkadang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari bagi seseorang yang mengalami gangguan refraksi. Kondisi seperti mata minus, plus, maupun silinder dapat membuat aktivitas tertentu terasa kurang praktis. Salah satu pilihan medis yang dapat dipertimbangkan untuk mengoreksi gangguan refraksi tersebut adalah operasi LASIK.

Operasi LASIK merupakan prosedur bedah refraktif yang menggunakan teknologi laser untuk mengubah bentuk kornea sehingga cahaya dapat difokuskan secara lebih tepat menuju retina. Meski dikenal sebagai prosedur yang relatif cepat, LASIK tetap merupakan tindakan medis yang membutuhkan pemeriksaan menyeluruh dan pertimbangan dokter mata.

Apa Itu Operasi LASIK?

LASIK merupakan singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis. Secara sederhana, operasi LASIK bertujuan memperbaiki kelainan refraksi dengan melakukan perubahan terukur pada bentuk kornea menggunakan laser.

Kornea memiliki peran penting dalam proses penglihatan karena menjadi salah satu bagian mata yang membantu membelokkan cahaya. Ketika bentuk kornea atau struktur mata menyebabkan cahaya tidak jatuh tepat pada retina, seseorang dapat mengalami penglihatan kabur.

LASIK terutama digunakan untuk menangani beberapa kelainan refraksi, yaitu:

  • Miopia atau rabun jauh.
  • Hipermetropia atau rabun dekat.
  • Astigmatisme atau mata silinder.

Tujuan utama tindakan ini bukan sekadar membuat seseorang dapat melihat lebih jelas, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak.

Siapa yang Dapat Menjalani Operasi LASIK?

Tidak semua orang dengan mata minus, plus, atau silinder otomatis dapat menjalani operasi LASIK. Kondisi kesehatan mata menjadi salah satu faktor terpenting dalam menentukan kelayakan tindakan.

Secara umum, kandidat LASIK perlu memenuhi beberapa persyaratan, antara lain telah berusia minimal 18 tahun, memiliki kondisi mata yang sehat, serta mempunyai ukuran refraksi yang relatif stabil.

Kondisi tertentu juga perlu menjadi perhatian, misalnya kehamilan dan menyusui, penyakit tertentu yang dapat memengaruhi proses penyembuhan, serta kondisi mata kering yang berat.

Penggunaan lensa kontak juga perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan. Dalam referensi klinis yang digunakan, pengguna softlens dianjurkan menghentikan pemakaian selama beberapa waktu sebelum pemeriksaan, sementara pengguna hardlens membutuhkan waktu penghentian yang lebih lama.

Karena itu, keputusan menjalani operasi LASIK sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan ukuran minus atau silinder. Pemeriksaan langsung oleh dokter mata tetap diperlukan.

Pemeriksaan Sebelum Operasi LASIK

Tahap pemeriksaan awal merupakan bagian penting sebelum seseorang memutuskan menjalani LASIK. Pemeriksaan tidak hanya bertujuan mengetahui ukuran kacamata, tetapi juga mengevaluasi kondisi mata secara menyeluruh.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, pemetaan kornea, pengukuran ketebalan kornea, evaluasi sel endotel, pemeriksaan produksi air mata, pemeriksaan retina, hingga pemeriksaan laboratorium tertentu.

Serangkaian pemeriksaan tersebut dapat membutuhkan waktu beberapa jam karena dokter perlu memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai kondisi mata sebelum menentukan kelayakan tindakan.

Tahapan ini penting karena LASIK bukan prosedur yang cocok untuk semua orang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi mata tidak memenuhi kriteria keamanan, dokter dapat menyarankan pasien untuk tidak melanjutkan prosedur.

Tahapan Operasi LASIK

Secara umum, operasi LASIK terdiri dari beberapa tahapan utama. Teknologi dan metode yang digunakan dapat berbeda sesuai kondisi pasien serta fasilitas medis yang tersedia.

1. Pemetaan dan Analisis Kornea

Tahap pertama adalah memperoleh gambaran detail mengenai kondisi mata, khususnya kornea. Pemetaan dapat membantu dokter memahami bentuk dan karakteristik kornea secara lebih menyeluruh.

Data tersebut menjadi dasar untuk merencanakan koreksi penglihatan yang disesuaikan dengan karakteristik mata pasien.

2. Persiapan Kornea

Pada teknik LASIK tertentu, dokter membuat lapisan tipis pada bagian kornea yang dikenal sebagai flap. Teknologi laser femtosecond dapat digunakan dalam proses tersebut.

Flap kemudian diposisikan sedemikian rupa sehingga dokter dapat melakukan tahap koreksi pada jaringan kornea yang berada di bawahnya.

3. Koreksi dengan Laser

Tahap berikutnya menggunakan laser excimer untuk mengubah bentuk kornea sesuai perhitungan koreksi yang telah ditentukan sebelumnya.

Setelah proses pembentukan kornea selesai, lapisan yang sebelumnya diposisikan kembali akan diletakkan pada tempatnya. Selanjutnya, mata memasuki tahap pemulihan.

Detail teknik dapat berbeda antara satu prosedur dan lainnya. Oleh sebab itu, pasien sebaiknya memperoleh penjelasan langsung mengenai metode yang akan digunakan sebelum tindakan.

Apakah Operasi LASIK Terasa Sakit?

Pertanyaan mengenai rasa sakit merupakan salah satu hal yang sering muncul ketika seseorang mempertimbangkan LASIK.

Dalam prosedurnya, mata biasanya diberikan anestesi topikal berupa obat tetes sehingga pasien tetap sadar selama tindakan berlangsung tanpa memerlukan anestesi melalui suntikan. Meski demikian, pengalaman setiap orang dapat berbeda, terutama pada periode segera setelah prosedur.

Rasa tidak nyaman, sensasi seperti terdapat benda asing pada mata, mata berair, atau pandangan yang belum sepenuhnya jelas dapat terjadi pada awal masa pemulihan.

Karena respons setiap mata berbeda, penting untuk mengikuti seluruh instruksi dokter setelah tindakan.

Berapa Lama Pemulihan Operasi LASIK?

Masa pemulihan setelah operasi LASIK dapat berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya. Pada beberapa jam pertama, penglihatan dapat terasa berkabut atau belum stabil. Dalam periode berikutnya, ketajaman penglihatan umumnya mengalami perubahan secara bertahap.

Referensi klinis menyebutkan bahwa sekitar 24 jam setelah tindakan, penglihatan dapat mulai membaik, meskipun efek seperti lingkaran cahaya masih mungkin dirasakan. Perbaikan dapat terus berlangsung dalam beberapa hari hingga minggu berikutnya.

Pemulihan bukan berarti pasien dapat mengabaikan perawatan mata. Justru pada periode awal, perlindungan terhadap mata menjadi sangat penting.

Apa yang Perlu Dihindari Setelah Operasi LASIK?

Setelah menjalani operasi LASIK, pasien biasanya mendapatkan instruksi khusus mengenai aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain tidak menggosok mata, menghindari paparan air secara langsung ke mata, serta berhati-hati terhadap debu atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan trauma pada mata.

Penggunaan riasan di sekitar mata dan aktivitas olahraga tertentu juga dapat dibatasi sementara. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi mata untuk menjalani proses pemulihan dengan baik.

Instruksi pascaoperasi dapat berbeda sesuai kondisi pasien sehingga panduan dari dokter harus menjadi acuan utama.

Risiko dan Efek Samping Operasi LASIK

Seperti prosedur medis lainnya, operasi LASIK juga memiliki kemungkinan efek samping. Sebagian pasien dapat mengalami mata kering, silau, lingkaran cahaya atau halo, serta perubahan ketajaman penglihatan selama masa awal pemulihan.

Pada banyak kasus, keluhan tersebut dapat membaik seiring berjalannya waktu. Namun, tingkat dan durasinya tidak selalu sama pada setiap orang.

Hal inilah yang membuat pemeriksaan sebelum LASIK menjadi sangat penting. Dokter perlu menilai kondisi kornea, permukaan mata, kesehatan mata secara keseluruhan, serta faktor lain yang dapat memengaruhi hasil tindakan.

Konsultasi Menjadi Langkah Penting

Operasi LASIK dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengoreksi kelainan refraksi dan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak. Namun, prosedur ini tetap merupakan tindakan medis yang membutuhkan evaluasi secara menyeluruh.

Jika sedang mempertimbangkan LASIK, langkah yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan mata dan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Dari pemeriksaan tersebut, pasien dapat mengetahui kondisi matanya, memahami pilihan prosedur yang tersedia, serta memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan risiko yang mungkin terjadi.

Dengan informasi yang lengkap, keputusan mengenai operasi LASIK dapat dibuat secara lebih rasional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.[]

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Polresta Gelar Vaksinasi Massal di Epicentrum Mall

    Polresta Gelar Vaksinasi Massal di Epicentrum Mall

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram -Baliho dan spanduk Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri sehari satu juta orang serentak di laksanakan di 34 Wilayah Polda NTB, terpampang di setiap sudut Lantai 2 Epicentrum Mall, Sabtu (26/06/2021). Lantai dua Epicentrum Mall dipilih sebagai sentral lokasi Vaksinasi massal yang di selenggarakan oleh Polresta Mataram yang bekerjasama dengan RSUD Kota Mataram dan Dinas […]

  • Bedah Buku Syekh Nawawi Al Bantani, Siti Marifah Ma’ruf Amin Ajak Gali Kembali Pemikirannya

    Bedah Buku Syekh Nawawi Al Bantani, Siti Marifah Ma’ruf Amin Ajak Gali Kembali Pemikirannya

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Banten – Siti Ma’rifah Ma’aruf Amin mengajak seluruh masyarakat Banten untuk bersama menggali, mempelajari, dan memaknai kembali pemikiran intelektual Syekh Nawawi Al Bantani.

  • Polda Maluku Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Api Ibu di Halmahera

    Polda Maluku Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Api Ibu di Halmahera

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Polri melalui jajaran Brimob Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Barat melaksanakan evakuasi terhadap warga terdampak erupsi Gunung Api Ibu, dengan prioritas utama pada kaum lansia yang memiliki keterbatasan fisik. Evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan truk Polri untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga yang dievakuasi. “Selain itu, Polri juga memberikan bantuan teknis dan logistik […]

  • Program Lumbung Pangan Berbasis Keluarga, Terus Di Lakukan Pemkot Bitung

    Program Lumbung Pangan Berbasis Keluarga, Terus Di Lakukan Pemkot Bitung

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

    INAnews.co.id Bitung– Pemerintah Kota Bitung terus menggalakan program lumbung pangan berbasis keluarga di Kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Bitung, kali ini dilakukan di Kecamatan Maesa bertempat di Kelurahan Kakenturan satu, Jumat 19 Juni 2020. Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban SE. M,Si didampingi Ketua TP-PKK Dra. Khouni Lomban-Rawung, M,Si, membuka kegiatan tersebut sekaligus melakukan penanaman […]

  • Kodim Loteng Launching Pompa Hidram Tahap IV, Sasar Aik Bual

    Kodim Loteng Launching Pompa Hidram Tahap IV, Sasar Aik Bual

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Lombok Tengah – komando Distrik Militer (Kodim) 1620/Loteng Launching Pompa Hidram tahap IV untuk masyarakat di Dusun Nyeredep Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Jum’at (24/9/21), untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Launching tersebut dihadiri oleh Danramil 1620-03/Kopang Kapten Inf. Fahmi, Babinsa Serka Kuwurudin, kepala Desa Junaidi S.Pdi, kepala Dusun se […]

  • Polda Metro Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional

    Polda Metro Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta–  Polda Metro Jaya dan Satreskrim Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba jaringan internasional senilai sekitar Rp 418 miliar. Dalam kasus ini, Polisi menyita 207 Kg sabu hingga 90 ribu butir pil ekstasi. “Jumlah keseluruhan narkotika jenis sabu sebanyak 207,321 Kg dan narkotika jenis ekstasi sebanyak 90 ribu butir dengan […]

expand_less