INAnews.co.id, Jakarta– Pakar pertahanan dan mantan anggota Komisi I DPR, Connie Rahakundini Bakrie, menegaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat. Dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Rabu (11/3/2026), ia menyebut Iran bukan sekadar negara, melainkan peradaban yang sudah terbukti tak bisa dihancurkan selama ribuan tahun.
“Iran ini buat bukan negara. Dia itu peradaban. Artinya buat aku tuh mereka udah tahan banting, resiliensinya tinggi banget,” kata Connie Rahakundini Bakrie.
Connie mengingatkan bahwa bahkan Alexander the Great pun gagal mengubah Persia. Sebaliknya, bangsa Persia justru yang membuat penakluk besar itu berbalik belajar dari mereka. Sementara Israel, kata Connie, adalah bangsa yang setelah 2.000 tahun tercerai-berai tetap mampu membangun kembali negaranya, bukti resiliensi yang juga luar biasa.
Yang justru ia pertanyakan adalah keputusan Amerika Serikat, negara yang baru berusia sekitar 200 tahun, untuk masuk dan mengacaukan dua peradaban tua sekaligus. Menurut Connie, ini adalah tindakan bunuh diri secara strategis.
Pengamat lainnya, Mardigu Wowiek, menambahkan bahwa Amerika saat ini sedang dihantam dari tiga sisi sekaligus: militer, mata uang, dan energi. Dominasi petrodolar kini merosot dari sekitar 80 persen transaksi global menjadi di bawah 55 persen, sebagian besar akibat maraknya transaksi bilateral China-Iran dan negara-negara BRICS yang menggunakan yuan dan mata uang lokal.






