10 Luka dan Satu Jemaah Masih Dirawat Akibat Tabrakan Bus di Madinah
- account_circle Robi
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Moh. Hasan Afandi/tangkapan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Insiden kecelakaan bus terjadi di Madinah pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi. Bus rombongan jemaah haji kloter SUB2 yang dibawa KBIHU Nurul Haramain Pekalongan menabrak lambung bus kloter JKS1 dari KBIHU Al-Azhar. Akibatnya, tujuh jemaah dari kloter JKS1, dua jemaah dari SUB2, dan satu pengurus KBIHU Nurul Haramain mengalami luka-luka. Hingga saat ini, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60 tahun) dari kloter SUB2 masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj, Rabu (29/4/2026).
Terkait insiden itu, Kemenhaj mempertegas sejumlah ketentuan bagi seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mereka diwajibkan berkoordinasi aktif dengan petugas resmi, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, mengutamakan keselamatan jemaah, tidak menawarkan paket wisata di luar ketentuan, serta tidak memungut biaya tambahan dari jemaah dengan alasan apa pun.
“Apabila masih ditemukan pelanggaran, terlebih yang mengabaikan keselamatan jemaah, maka kami tidak akan ragu untuk mencabut izin operasional KBIHU yang bersangkutan,” tegas Hasan Afandi.
Sementara itu, secara keseluruhan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia berjalan lancar. Hingga 28 April 2026, sebanyak 47.834 jemaah dari 122 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Adapun yang telah tiba di Madinah tercatat 44.315 jemaah dari 113 kloter.
Dua insiden keterlambatan teknis juga telah teratasi. Jemaah kloter SUB16 yang sempat tertunda diberangkatkan pada 28 April pukul 24.00 WIB dan tiba di Madinah pukul 00.22 waktu Arab Saudi. Sementara kloter BTH5 yang tertunda di Bandara Hang Nadim Batam diberangkatkan pada 27 April pukul 00.40 WITA dan tiba di Madinah pada 28 April pukul 15.08 WITA.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan dalam penerbangan, tidak membawa bahan mudah terbakar, cairan melebihi batas ketentuan, maupun barang titipan yang tidak diketahui isinya. Jemaah diminta menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan menjaga kekhusyukan ibadah.
Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar