Menu

Mode Gelap
Konsolidasi Nasional, Innova Reborn Lovers Indonesia Siap Gelar Jambore Nasional 551 Triliun Subsidi Energi, Separuhnya Salah Sasaran Delapan dari Sepuluh Tabung Gas Kita Ternyata Impor Walau Di Sangsi Penalti di SS1, Maston dan Subhana Mahaputra Justru Cetak Fastest Time dan Raih Podium 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 Semarang Kejurnas SprintRally Semarang 2026, Walau Alami Tekanan Berat Subhana Mahaputra Tetap Raih Podium 2 Lebih Seru Dan Asik Nonton Bareng Pertandingan Piala Dunia Sepakbola 2026 Di Canting Restaurant Hotel Vasaka Jakarta

EKONOMI

Ancaman Iran atas Selat Hormuz Perlawanan Terencana

badge-check


					Foto: Arcandra Tahar, dok. ist Perbesar

Foto: Arcandra Tahar, dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Ancaman Iran atas Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, dinilai mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar sebagai bentuk perlawanan terencana, bukan reaksi spontan. “Ini bukan strategi yang out of the blue. Semua sudah dipikirin dan sudah ada yang pernah menulis dan menganalisa itu dari awal,” katanya dalam wawancara dengan presenter Helmy Yahya yang diunggah Senin (13/4/2026) malam.

Menurut Arcandra, strategi penggunaan jalur perdagangan sebagai senjata (weaponize) bukan hal baru. Ia mengutip tiga preseden: pertama, Arab Saudi mengembargo AS pada 1973 saat Amerika mendukung Israel dalam Perang Yom Kippur, sehingga AS mengalami krisis energi pertama dalam sejarahnya. Kedua, Rusia menutup aliran gas North Stream ke Eropa Barat sebagai tekanan geopolitik. Ketiga, Iran kini mengancam Selat Hormuz.

“Negara yang punya sumber daya alam tapi tidak berdaya secara militer dan politik dunia, menggunakan jalur ini sebagai senjata. Itulah yang terjadi,” tegasnya.

Arcandra memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak ke level yang tak terprediksi. Indonesia, sebagai negara net importer minyak, akan merasakan dampak langsung dari gejolak tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Daulat Energi Minta Presiden Prabowo Evaluasi Total Tata Kelola Kelistrikan Nasional

12 Juni 2026 - 17:41 WIB

Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia

11 Juni 2026 - 20:16 WIB

MBG Boros, Paradigma Pemerintah soal Ekonomi Salah

10 Juni 2026 - 13:56 WIB

Populer EKONOMI