Menu

Mode Gelap
Cas dari PLN, EV Tetap Lebih Hijau dari Kendaraan BBM Halalbihalal JATTI: AI, Koperasi, dan Masa Depan Umat Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif Syafii Antonio: Alumni Timur Tengah Harus Kuasai Ekonomi Syariah Tanpa Inovasi, Indonesia Selamanya Ekspor Bahan Mentah Hilirisasi Butuh Rantai Pasok Lengkap, Nikel Saja tak Cukup

INDAG

Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif

badge-check


					Foto: dok. Kemenperin Perbesar

Foto: dok. Kemenperin

INAnews.co.id, Jakarta– Imaduddin mengungkapkan, teknologi rendah karbon seperti panel surya, turbin angin, dan baterai kendaraan listrik membutuhkan mineral dalam volume yang signifikan lebih besar dibanding teknologi konvensional. Kondisi ini memaksa negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mengekstraksi sumber daya alam secara lebih intensif. Tantangannya, memastikan proses ekstraksi tersebut memenuhi standar ESG (Environmental, Social, Governance) membutuhkan biaya besar, sementara manfaat ekonominya baru terasa di ujung rantai pasok dalam bentuk green premium. Akibatnya, insentif perusahaan untuk menerapkan ESG di level hulu menjadi lemah. Imad berharap tekanan dari konsumen di pasar akhir yang semakin peduli produk hijau dapat mendorong perubahan perilaku di seluruh rantai pasok secara organik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

YLKI Dorong Reformasi Struktural Perlindungan Konsumen di Harkonas 2026

20 April 2026 - 12:30 WIB

Pasar Modal Krisis Kepercayaan, 200 Kasus Pelanggaran Mengancam Investor

1 April 2026 - 20:31 WIB

Kabinet tak Profesional, Iklim Bisnis Indonesia Memburuk

30 Maret 2026 - 19:33 WIB

Populer INDAG