Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif
- account_circle Robi
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. Kemenperin
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Imaduddin mengungkapkan, teknologi rendah karbon seperti panel surya, turbin angin, dan baterai kendaraan listrik membutuhkan mineral dalam volume yang signifikan lebih besar dibanding teknologi konvensional. Kondisi ini memaksa negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mengekstraksi sumber daya alam secara lebih intensif. Tantangannya, memastikan proses ekstraksi tersebut memenuhi standar ESG (Environmental, Social, Governance) membutuhkan biaya besar, sementara manfaat ekonominya baru terasa di ujung rantai pasok dalam bentuk green premium. Akibatnya, insentif perusahaan untuk menerapkan ESG di level hulu menjadi lemah. Imad berharap tekanan dari konsumen di pasar akhir yang semakin peduli produk hijau dapat mendorong perubahan perilaku di seluruh rantai pasok secara organik.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar