Menu

Mode Gelap
Cas dari PLN, EV Tetap Lebih Hijau dari Kendaraan BBM Halalbihalal JATTI: AI, Koperasi, dan Masa Depan Umat Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif Syafii Antonio: Alumni Timur Tengah Harus Kuasai Ekonomi Syariah Tanpa Inovasi, Indonesia Selamanya Ekspor Bahan Mentah Hilirisasi Butuh Rantai Pasok Lengkap, Nikel Saja tak Cukup

POLITIK

Tanpa Inovasi, Indonesia Selamanya Ekspor Bahan Mentah

badge-check


					Salah satu bazar yang ditampilkan di acara Urban Green Connect ( foto : INAnews) Perbesar

Salah satu bazar yang ditampilkan di acara Urban Green Connect ( foto : INAnews)

INAnews.co.id, Jakarta– Imaduddin menyampaikan tiga prioritas utama yang harus dikejar Indonesia. Pertama, membangun rantai pasok industri yang kuat dan terintegrasi, tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan mineral. Kedua, mendorong kebijakan industri yang kondusif dan ramah investasi agar investor tidak lebih memilih Vietnam atau negara ASEAN lain. Ketiga dan terpenting, berinvestasi secara konsisten pada inovasi dan pengembangan teknologi lokal.

Kalau kita tidak melakukan inovasi, kita akan selamanya menjadi negara yang mengekspor produk mentah atau setengah jadi, dan akan tetap sulit bersaing di industri hilir,” tegasnya.

INDEF, melalui divisi GTI (Green Transition Initiative), kini aktif mengkaji bagaimana ekonomi hijau dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang mendorong PDB Indonesia melampaui pertumbuhan 5 persen yang selama ini stagnan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon

17 April 2026 - 23:24 WIB

Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi

16 April 2026 - 23:59 WIB

Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

16 April 2026 - 19:49 WIB

Populer ENERGI