Menu

Mode Gelap
Kritik Pemerintah Bukan Berarti Benci Negara Membantah OMS tak Transparan Meluruskan soal Dana Asing ke Masyarakat Sipil Harus Lewat Pemerintah Bivitri: “Antek Asing” Senjata Klasik Penguasa Otoriter Sudirman Said: Ekonomi Tertekan karena Defisit Moralitas Indonesia Bisa Monetisasi Komunalisme, tak Perlu Tiru Korea

HUKUM

Bivitri: “Antek Asing” Senjata Klasik Penguasa Otoriter

badge-check


					Foto: Bivitri Susanti/tangkapan layar Perbesar

Foto: Bivitri Susanti/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menegaskan penggunaan istilah “antek asing” oleh Presiden Prabowo dan jajaran pemerintahannya bukan hal baru.

Menurutnya, pelabelan semacam itu merupakan bagian dari authoritarian playbook, resep baku yang digunakan penguasa otoriter di berbagai negara untuk mendelegitimasi para pengkritik.

“Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara lain. Label seperti foreign agents atau antek asing sengaja dibuat supaya orang yang mengkritik kehilangan legitimasinya,” ujar Bivitri dalam kanal YouTube-nya, Jumat (8/5/2026).

Ia membedakan antara otokrat dan penguasa otoriter. Otokrat sekadar tidak diawasi, sedangkan penguasa otoriter secara aktif menyerang para pengkritik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA Minta Kejagung Periksa Dugaan Mark Up Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat di Jawa Timur

7 Mei 2026 - 20:38 WIB

Buruh Perempuan Mengadu, Negara Justru Bela Pengusaha

6 Mei 2026 - 23:36 WIB

Pelaut Perempuan: Susah Dapat Kapal, Rentan Dilecehkan

6 Mei 2026 - 19:28 WIB

Populer HUKUM