INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah menargetkan implementasi biodiesel B50 pada Juli 2026, sebuah langkah yang diyakini akan membawa impor solar Indonesia menjadi nol. Anggota DEN Satya Widya Yudha menyebut kebijakan ini sebagai salah satu strategi konkret mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak di tengah gejolak harga energi global.
“Program B50 menandai peningkatan campuran biomasa berbasis sawit dalam bahan bakar minyak hingga 50 persen. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan solar impor otomatis tereliminasi,” ujarnya saat wawancara dalam program Prime Time INAnews TV, Selasa (26/5/2026).
Kebijakan ini kata dia, merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Selain B50, pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, kompor listrik, dan perluasan jaringan gas kota untuk menggantikan LPG yang hingga kini masih bergantung pada impor. “Sektor transportasi dan industri menjadi prioritas utama, mengingat keduanya merupakan konsumen energi terbesar nasional,” tandasnya.






