Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

ENERGI

Juli 2026, Solar Impor Indonesia Ditarget Nol Persen

badge-check


					Foto: Satya Widya Yudha Perbesar

Foto: Satya Widya Yudha

INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah menargetkan implementasi biodiesel B50 pada Juli 2026, sebuah langkah yang diyakini akan membawa impor solar Indonesia menjadi nol. Anggota DEN Satya Widya Yudha menyebut kebijakan ini sebagai salah satu strategi konkret mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak di tengah gejolak harga energi global.

“Program B50 menandai peningkatan campuran biomasa berbasis sawit dalam bahan bakar minyak hingga 50 persen. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan solar impor otomatis tereliminasi,” ujarnya saat wawancara dalam program Prime Time INAnews TV, Selasa (26/5/2026).

Kebijakan ini kata dia, merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Selain B50, pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, kompor listrik, dan perluasan jaringan gas kota untuk menggantikan LPG yang hingga kini masih bergantung pada impor. “Sektor transportasi dan industri menjadi prioritas utama, mengingat keduanya merupakan konsumen energi terbesar nasional,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden

11 Juni 2026 - 18:58 WIB

Mobil Listrik Tetap Lebih Hijau Meski Listrik Masih Andalkan Batu Bara

3 Juni 2026 - 23:40 WIB

Bea Impor Nol Persen EV Resmi Berakhir, Pabrikan Wajib Produksi di Indonesia

3 Juni 2026 - 11:47 WIB

Populer ENERGI