Menu

Mode Gelap
Juli 2026, Solar Impor Indonesia Ditarget Nol Persen Transisi Energi RI Pilih Jalan Tengah: Dekarbonisasi, Bukan Penghapusan Fosil Skor Ketahanan Energi RI Naik, tapi Swasembada Masih Jauh RI Terobos Sanksi, Amankan Minyak Diskon dari Rusia Setiap Dolar Harga Minyak Naik, APBN Jebol Rp6 Triliun Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

KEUANGAN

Setiap Dolar Harga Minyak Naik, APBN Jebol Rp6 Triliun

badge-check


					Foto: Satya Widya Yudha Perbesar

Foto: Satya Widya Yudha

INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia menghadapi tekanan fiskal serius akibat ketergantungan impor minyak yang tinggi. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkapkan, kenaikan harga minyak dunia sebesar satu dolar saja langsung menimbulkan defisit hampir Rp6 triliun terhadap APBN. Hal itu disampaikan Satya saat wawancara dalam program Prime Time INAnews TV, Selasa (26/5/2026).

Kondisi ini diperberat oleh kesenjangan besar antara produksi dan konsumsi. Indonesia kini hanya mampu memproduksi sekitar 605 ribu barel minyak per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. “Artinya, sekitar satu juta barel per hari harus dipenuhi melalui impor,” sampainya.

Tekanan tidak hanya datang dari harga minyak, kata Satya. “Pergerakan kurs rupiah pun turut memperberat beban fiskal, setiap kenaikan Rp100 per dolar AS menambah defisit sekitar Rp0,8 triliun. Dengan asumsi APBN yang dipatok pada harga 65 dolar per barel, sementara harga aktual sempat melampaui 100 dolar per barel dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah harus menanggung selisih yang sangat besar agar beban tidak dilimpahkan kepada masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Transisi Energi RI Pilih Jalan Tengah: Dekarbonisasi, Bukan Penghapusan Fosil

26 Mei 2026 - 23:18 WIB

Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

26 Mei 2026 - 20:19 WIB

Rupiah Nyungsep, Tukang Jahit hingga Petani Tempe Kena Getahnya

22 Mei 2026 - 23:22 WIB

Populer EKONOMI