Menu

Mode Gelap
PT DSI Bongkar Selisih Harga Ekspor CPO hingga 50 Persen Danantara Rampingkan 250 BUMN, Hemat Rp50 Triliun Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Koperasi Syariah Ditarget Jadi Pilar Ekonomi 2045, tanpa Peta Jalan Jelas Ukuran Sukses Koperasi Syariah Dinilai Masih Terjebak Angka SHU dan Aset Pakar: Jangan Netral, Hukum Harus Berpihak pada yang Tertindas

SYARIAH

Koperasi Syariah Dinilai Baru Mengambil Ceruk Pembiayaan

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah dorongan pemerintah memperkuat industri halal nasional, koperasi syariah dinilai baru berperan di ujung pembiayaan dan belum masuk ke seluruh rantai nilai industri halal, mulai dari pasokan bahan baku, sertifikasi, hingga pemasaran produk anggotanya yang mayoritas bergerak di sektor makanan, minuman, dan fesyen muslim.

Guru Besar Universitas Islam Tazkia, Prof. Achmad Firdaus menegaskan koperasi syariah semestinya tidak berhenti sebagai lembaga intermediasi keuangan semata.

“Koperasi itu tidak boleh hanya masuk di pembiayaan saja. Harus bisa masuk ke seluruh rantai nilai itu,” ujarnya saat diwawacarai di kanal YouTube INDEF, diunggah Jumat (17/7/2026).

Ia mendorong sinergi koperasi syariah dengan lembaga pengelola dana sosial Islam seperti Unit Pengelola Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) agar dukungan terhadap industri halal tidak berhenti sebatas modal usaha.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Koperasi Syariah Ditarget Jadi Pilar Ekonomi 2045, tanpa Peta Jalan Jelas

21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Ukuran Sukses Koperasi Syariah Dinilai Masih Terjebak Angka SHU dan Aset

21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Perbankan Syariah Tumbuh, UMKM [Masih] Tertinggal

16 Juli 2026 - 08:50 WIB

Populer SYARIAH