BREAKING NEWS
dark_mode
Trending Tags

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Dinilai Alihkan Isu Perampasan Lahan dan Oligarki

  • account_circle Helmi Romdhoni
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta – Perdebatan panjang mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabumbing Raka berisiko menguras perhatian masyarakat dari persoalan mendasar yang jauh lebih krusial.

Kegaduhan politik antartokoh ini dinilai justru memberi ruang gerak yang leluasa bagi kelompok elite ekonomi-politik untuk menguasai sumber daya nasional tanpa pengawasan ketat dari publik.

“Ketika masyarakat dibiarkan terus-menerus terjebak dalam kubu yang bermusuhan, pengawasan terhadap isu-isu fundamental seperti lonjakan utang, perampasan ruang hidup, kerusakan lingkungan, hingga upah buruh yang tertinggal dari biaya hidup menjadi terabaikan,” kata Haidar pada Selasa 29 September 2026.

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, R. Haidar Alwi, memperingatkan bahwa ketika masyarakat dibiarkan terus-menerus terjebak dalam perselisihan emosional, pengawasan terhadap isu-isu fundamental seperti lonjakan utang, perampasan ruang hidup, kerusakan lingkungan, hingga stagnasi upah buruh menjadi terabaikan.

Menurutnya, meskipun keterbukaan informasi terkait polemik ijazah patut dihargai, energi publik terlalu berharga jika habis hanya untuk menjadi penonton perselisihan elite.

“Tanpa perlu rekayasa pengalihan isu yang rumit, kelengahan masyarakat sudah cukup menjadi celah bagi lolosnya dokumen perizinan, perubahan tata ruang, fasilitas fiskal, hingga konsesi bernilai fantastis yang akan mengubah dan mengikat nasib suatu wilayah hingga puluhan tahun ke depan,” jelasnya.

Kelengahan masyarakat yang berfokus pada polemik personal menjadi celah bagi melesatnya dokumen perizinan, perubahan tata ruang, fasilitas fiskal, hingga konsesi bernilai fantastis yang mengikat nasib suatu wilayah hingga puluhan tahun ke depan.

“Sangat tidak adil apabila dukungan negara memperkecil risiko usaha dan memperbesar pundi-pundi pemilik modal, sementara masyarakat tidak merasakan manfaat yang sepadan atau justru harus menanggung beban kerugian di masa depan.”

Ketimpangan perhatian publik ini dimanfaatkan kelompok oligarki untuk beroperasi secara leluasa di balik kerumitan birokrasi.

“Ruang perdebatan nasional harus direbut kembali dan didedikasikan untuk memperjuangkan nasib buruh, masyarakat adat, petani, serta warga di sekitar kawasan industri dan pertambangan. Rakyat berhak atas masa depan yang lebih bermartabat daripada sekadar menjadi penonton pertengkaran elite.”

Kondisi tersebut berdampak nyata pada minimnya pengawasan terhadap kebijakan pembiayaan dan utang negara. Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri Indonesia pada Juli 2026 telah mencapai US$454,8 miliar.

Walaupun pemerintah menilai struktur utang tersebut aman secara rasio, Haidar menegaskan bahwa penafsiran itu tidak bermakna tanpa pemeriksaan ketat mengenai ketepatan guna dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Ancaman serupa mengintai di sektor sumber daya alam, seperti pada rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang mencakup 2,32 juta hektare lahan.

Label strategis nasional diimbau agar tidak dijadikan tameng untuk mengabaikan hak hidup masyarakat adat serta kelestarian lingkungan melalui izin yang terbit cepat namun minim pertanggungjawaban.

“Ganti rugi satu kali dan pembukaan lapangan kerja berupah rendah tidak akan pernah setimpal dengan hilangnya kemandirian ekonomi masyarakat yang sumber penghidupannya dirampas,” tutur Haidar.

Di sisi lain, kelas pekerja juga menghadapi himpitan ekonomi yang serius. Rata-rata upah buruh nasional yang tercatat sebesar Rp3,29 juta per bulan pada Februari 2026 semakin kehilangan daya belinya di tengah lonjakan harga kebutuhan hidup.

Strategi pembangunan yang terus mengandalkan murahnya tenaga kerja dinilai hanya mempertahankan penderitaan pekerja demi memaksimalkan keuntungan pelaku usaha besar.

Ketidakadilan ekologis pun kian meluas ketika operasional korporasi raksasa merusak lingkungan dan warga sekitar harus menanggung dampaknya, mulai dari pencemaran air hingga penurunan kualitas kesehatan.

Lebih ironis lagi, anggaran publik sering kali dikeruk kembali untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang ditinggalkan perusahaan.

Melihat rentetan ketimpangan ini, Haidar Alwi mendesak agar tuntutan keterbukaan publik segera diarahkan ke ruang-ruang tempat keputusan ekonomi dibuat.

Kontrak yang melibatkan hajat hidup orang banyak, peta konsesi, penerima fasilitas negara, hingga kepatuhan lingkungan harus dibuka seluas-luasnya agar ruang perdebatan nasional kembali didedikasikan untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil.

 

  • Penulis: Helmi Romdhoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Ban Drax Slick FDR Banyak Dipakai Peserta Indodrag di FDR Day Tangerang

    Ban Drax Slick FDR Banyak Dipakai Peserta Indodrag di FDR Day Tangerang

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Tangerang – Ratusan peserta mengikuti drag race Indodrag di FDR Day yang diadakan di Alun-alun Tigaraksa, Tangerang, Banten pada Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2019.Balap lurus ini tampak membuat warga Tangerang memenuhi semua sudut alun alun TigaRaksa. Pengunjung tidak hanya menikmati aksi para pembalap trek lurus, tetapi peunjunjung juga memyaksikan aksi panggung oleh Dewi Perssik dan […]

  • Pasca Penyerangan Terduga Teroris di Mabes Polri, Polres Sumbawa Tingkatkan Kewaspadaan

    Pasca Penyerangan Terduga Teroris di Mabes Polri, Polres Sumbawa Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram –Polres Sumbawa Polda NTB beserta jajaran tingkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan dan menerapkan sistem satu pintu (One Gate System) rabu (31/3/21) petang, pasca penyerangan terduga teoris di Mabes Polri. Sistem satu pintu ini hanya memiliki satu akses keluar dan masuk Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.IK. M.H., mengatakan bahwa sistem satu pintu diterapkan untuk memperketat […]

  • GAKESLAB DK Jakarta Dukung HUT ke-25 & Seminar Nasional ARSADA Lewat Pembukaan Paviliun Alat Kesehatan

    GAKESLAB DK Jakarta Dukung HUT ke-25 & Seminar Nasional ARSADA Lewat Pembukaan Paviliun Alat Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Jakarta  – GAKESLAB Indonesia Provinsi DK Jakarta menyatakan dukungan penuh untuk peringatan HUT ke-25 dan Seminar Nasional ARSADA (Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia) yang digelar di Grand Platinum Hotel Jakarta pada 27 – 28 November 2025. Dalam seminar kali ini, ARSADA mengangkat tema “Penguatan RSD dan Sinergi 4 Aktor Utama Kesehatan dalam Transformasi Sistem […]

  • Manzone & Minimal Kembali Membuka Gerai Keduanya di Tunjungan Plaza Surabaya

    Manzone & Minimal Kembali Membuka Gerai Keduanya di Tunjungan Plaza Surabaya

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Syubhan Akib
    • 0Komentar

    Surabaya, INAnews – Manzone & Minimal, dua merek lokal ternama yang menghadirkan koleksi fashion terkini dan berkualitas, dengan bangga mengumumkan Grand Opening store keduanya di Tunjungan Plaza 3 Lantai 3, Surabaya. Acara pembukaan ini dimeriahkan oleh kehadiran Bapak Hermanto Tanoko dan tentunya hadir pula influencer ternama Surabaya. Dilanjutkan dengan seremoni pemotongan pita oleh Bapak Hermanto […]

  • Promosikan Pariwisata Lombok dengan Film Didukung Menparekraf

    Promosikan Pariwisata Lombok dengan Film Didukung Menparekraf

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendukung film “Dedare” sebagai media promosi pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menparekraf Sandiaga Dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2024), mengatakan film produksi Ruang Tengah Kreatif ini memperlihatkan unsur budaya […]

  • Pemerintah Memberlakukan PSBB Jawa Bali

    Pemerintah Memberlakukan PSBB Jawa Bali

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Perekonomian sekaligus Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat di Jawa dan Bali. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Rabu (6/1/2021). Pengetatan protokol kesehatan psbb Jawa Bali akan dilaksanakan mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Kebijakan ini diterapkan akibat […]

expand_less