Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Harga emas naik, menjaga peluang naik

badge-check


					Harga emas naik, menjaga peluang naik Perbesar

INANews.co.id – Harga Logam Mulia naik, meski diakhir pekan kemarin berakhir turun. Kenaikan beruntun dalam tiga minggu ini. Melemahnya Dolar AS disaat bursa saham juga terkoreksi, menjadi penguat harga emas yang mampu bertahan diatas $1200 per troy ons.

Harga Logam Mulia dalam perdagangan berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember, turun $ 1, atau 0,1%, menjadi $ 1,229.10 per troy ons. Indek Dolar AS tergelincir 0,3% pada 95,68 meski menguat 0,6% sepanjang bulan Oktober ini dan naik sekitar 4% sepanjang tahun ini. Secara mingguan, harga emas mencoba naik 0,6%, disaat harga logam dalam perdagangan bursa komoditi telah naik 2,8% di bulan Oktober ini atau turun sekitar 7% sepanjang 2018 hingga saat ini.

Dorongan kenaikan Dolar AS ditopang oleh kenaikan suku bunga Federal, dimana satu kali lagi diharapkan akan dilakukan sebelum tahun ini berganti. Ditengah tekanan kenaikan suku bunga ini, upaya harga emas untuk melampaui rata-rata pergerakannya dalam 100 hari terlihat menjanjikan. Jika berhasil, aksi beli akan berlanjut dan bisa mendorong harga emas lebih jauh.

Disisi lain, investor Emas juga terus memantau ketegangan anggaran di Eropa, yang bisa memiliki konsekuensi luas pada perdagangan di pasar. Italia terus berdebat dengan para pejabat Uni Eropa, sementara penyebaran antara imbal hasil obligasi Jerman dan Italia sebagai ukuran kekhawatiran di Eropa dan di antara para pelaku pasar yang khawatir tentang penularan, berada pada 3.375 %. Itu adalah yang terluas dalam waktu sekitar lima tahun.

Emas menemukan kembali daya pikatnya sebagai aset surgawi, safe haven dari peningkatan risiko di kalangan pelaku pasar saham yang jatuh di AS. Disisi lain, konflik antara Italia dan UE atas anggaran rancangan Italia untuk 2019 terus meningkat. Memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas lebih lanjut.

Secara teknis, tren kenaikan harga memiliki peluang naik dalam jangka pendek. Terlebih bila tidak ada jeda minggu yang berakhir bearish. Setidaknya harga Logam Mulia akan mencoba untuk membidik pergerakan keatas dengan menembus level resistensi di $ 1,250. Keberhasilan untuk naik akan mengkonfirmasi kekuatan bullish. Sebaliknya, tren bearish akan terjaga jika harga emas menembus secara kuat ke $ 1.200.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

29 Desember 2025 - 20:58 WIB

Populer ENERGI