Menu

Mode Gelap
YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

INDAG

Bursa Saham Asia Berpotensi Ambrol

badge-check


					Bursa saham Asia, diperkirakan akan ambrol, mengikuti hasil perdagangan Wallstreet. (Al Sattar/ Foto Istimewa). Perbesar

Bursa saham Asia, diperkirakan akan ambrol, mengikuti hasil perdagangan Wallstreet. (Al Sattar/ Foto Istimewa).

INANews.co.id – Hasil perdagangan di bursa saham AS, dimana Dow Jones jatuh tajam dan menggiring Nasdaq ke zona koreksi, diperkirakan akan membuat bursa saham Asia juga turun pada Kamis (25/10).

Jatuhnya saham-saham teknologi, akan membuat Nikkei dan Kospi turun. Sementara sektor perbankan dan perdagangan umum akan membuat Hang Seng terkoreksi. Pada perdagangan di Wall Street, sektor teknologi turun dalam catatan terbesar sejak 2011, memusnahkan semua keuntungannya untuk tahun ini.

Indeks Nikkei Berjangka turun 2,7 persen dan menunjuk ke pembukaan bawah sekitar 600 poin untuk indeks Nikkei spot (N225). Indeks MSCI yang paling luas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tampaknya akan dimulai pada titik terendah sejak Maret tahun lalu.

Kejatuhan di saham-saham teknologi sebelumnya membuat para investor lari ke obligasi negara yang aman, dengan yields obligasi 10-tahun jatuh paling banyak sejak Mei hingga 3,11 persen. Muncul kekhawatiran bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan sudah memuncak. Sayangnya pertumbuhan global belum stabil, sehingga stimulus fiskal justru akan membebani pasar.

Kekhawatiran global termasuk meningkatnya tekanan internasional terhadap Arab Saudi atas kematian Jamal Khashoggi. Ditambah lagi ketegangan yang terjadi ketika polisi berhasil mencegah yang dicurigai sebagai bom surat yang dikirim ke mantan Presiden AS Barack Obama, Hillary Clinton dan para tokoh Demokrat lainnya, juga CNN, dan di cap sebagai tindakan terorisme.

Data yang lemah tentang manufaktur di Eropa menambah kegelisahan atas pertumbuhan dunia, seperti halnya penurunan yang mengejutkan dalam penjualan rumah AS yang menyarankan kenaikan suku bunga hipotek dapat mengurangi permintaan untuk perumahan.

Di Wall Street, prakiraan yang mengecewakan dari produsen chip menghantam sektor teknologi. Yang terkena dampak dari perkiraan mengecewakan pada hari Selasa adalah raksasa industri Caterpillar dan 3M. (Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI